Makanan lokal nonterigu memiliki nilai gizi tinggi, dan karena itu pemasyarakatannya perlu digalakkan. Hal ini perlu dalam upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan makanan impor.
Makanan yang akan disosialisasikan itu adalah makanan berbahan baku umbi-umbian, khususnya ubi jalar. Umbi-umbian yang akan dikembangkan menjadi pangan masyarakat memiliki nilai gizi yang tinggi karena mengandung probiotik yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh pemakannya.
Probiotik berdasarkan hasil penelitian dunia medis ternyata mampu menyembuhkan penyakit diare, tetapi mengkonsumsi jenis umbi-umbian ini harus terukur lantaran kurang baik bagi penderita diabetes (penyakit gula).
Berdasarkan hasil penelitian, ubi jalar juga mengandung glukosa, walau tidak setinggi beras. Tetapi kalau dikonsumsi berlebihan, juga bisa membahayakan.
Penggunaan bahan umbi-umbian pengganti terigu sangat tepat, selain murah juga mudah diperoleh, apalagi bisa dikembangkan dalam skala besar di seantero negeri ini. Setidaknya, pemakaian bahan makanan yang terbuat dari umbi-umbian akan menghindari penderita kurang gizi di dalam masyarakat.
Sumber : antaraIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”