Ia menerima banyak penghargaan akademis dan mendapatkan penghormatan dari teman-teman sekelasnya. Suatu hari, seorang teman sekelasnya menanyakan penyebab cacatnya.
"Kelumpuhan pada masa bayi," jawabnya singkat.
"Coba beri tahu saya," kata temannya, "dengan keadaan yang tidak menguntungkan seperti ini, bagaimana kamu bisa menghadapi dunia dengan begitu percaya diri?"
"Oh, penyakit ini tidak pernah menyentuh hati saya," jawabnya sambil tersenyum.
Orang yang sukses sebenarnya dibentuk dari kebiasaan melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang yang gagal.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”