Panggilan Sudah Ada Di Dalam Kita
Jadi, jika kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan panggilan kita, apakah itu berarti bahwa kita tidak berbuah? Bukan begitu maksudnya. Kita berbuah, tetapi hasil atau buah yang kita hasilkan tidak banyak. Dengan kata lain buahnya tidak maksimal. Mari saya berikan diri saya sebagai contoh. Panggilan hidup saya adalah membuka mata rohani orang-orang akan kebenaran. Ini sejalan dengan karunia mengajar yang telah Tuhan berikan kepada saya. Misalkan saja suatu hari saya diminta tolong untuk memasak makanan untuk 100 orang dalam suatu acara gereja yang kemudian saya sanggupi. Ngomong-ngomong, memasak bukanlah salah satu talenta yang Tuhan berikan pada saya. Saya bisa memasak beberapa macam masakan yang tidak terlalu rumit untuk keluarga saya, tetapi saya tidak merasa bahwa itu adalah talenta saya. Kira-kira, apakah saya bisa menghasilkan buah dengan memasak di acara gereja tersebut? Bisa saja. Masakan saya itu bisa membuat orang kenyang. Pokoknya perut bisa penuh. Jadi ada hasil (buah). Tetapi apakah mereka puas dengan masakan saya? Belum tentu. Malah saya merasa bahwa ada orang lain yang dapat memasak dengan lebih baik dan enak dibandingkan saya, sehingga dia bisa memberikan kepuasan yang lebih untuk orang banyak. Dengan kara lain, buah dari pelayanan memasak saya tidak banyak atau tidak maksimal. Namun, lain ceritanya kalau saya diminta untuk berbicara dan mengajar tentang Firman Tuhan. Buah yang saya hasilkan jauh lebih baik. Bagaimana saya bisa tahu buah saya jauh lebih banyak. Satu hal yang saya perhatikan selama saya melayani Tuhan, saya mendapat lebih banyak pujian waktu mengajar dibandingkan jika ketika saya memasak.Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”