Ketika Nama ALLAH Diperebutkan

Internasional / 27 January 2008

Kalangan Sendiri

Ketika Nama ALLAH Diperebutkan

Puji Astuti Official Writer
8687
Umat Kristiani di Malaysia mengekspresikan kekecewaan mendalam dan penyesalan terhadap komentar yang dilontarkan pejabat setempat menyangkut larangan non-Muslim menggunakan kata "Allah."

Dalam sebuah pernyataan kepada media, Uskup Paul Tan Chee Ing, ketua Malaysian Christian Federation, menyatakan kembali fakta bahwa kata "Allah" digunakan oleh Arab Kristiani sebelum Islam didirikan dan mengatakan larangan itu melanggar kebebasan beragama yang digariskan konstitusi.

"Kata 'Allah' adalah kata pra-Islam yang digunakan Arab Kristiani sebelum Islam ada," kata Ing.

"Kami mempertahankan dan kami selalu mengatakan kepada pemerintah bahwa kami mempunyai hak untuk menggunakan kata 'Allah' dalam publikasi baik itu dalam Bahasa Malaysia atasu sebaliknya."

Perdebatan mengenai penggunaan kata "Allah" dimulai saat pemerintah Malaysia mengancam untuk mencabut izin penerbitan sebuah tabloid Katolik lokal. Sebagai responnya, The Herald, koran mingguan Gereja Katolik di Malaysia, melayangkan gugatan kepada pemerintah bulan lalu, mengklaim bahwa larangan tersebut tidak konstitusional dan melanggar kebebasan beragama.

Tidak lama setelah Herald melayangkan gugatannya, pemerintah mundur, dan mengirimkan fax kepada editor Herald yang menyatakan koran itu akan mendapatkan izin 2008 tanpa syarat apapun, menurut BBC.

Akan tetapi, posisi pemerintah nampaknya berubah lagi saat menteri untuk urusan Islam, Abdullah Zin, mengatakan kepada pers bahwa kabinet telah menyetujui bahwa kata itu hanya boleh digunakan oleh Muslim.

Zin berkata kabinet menyepakati bahwa kata "Allah", mengacu pada Tuhan Muslim dan hanya bisa digunakan oleh umat Muslim, yang terdiri dari 60 persen dalam populasi Malaysia.

Awal bulan ini, Zin telah menjelaskan bahwa penggunaan Kata "Allah" oleh agama lain kita dapat menimbulkan sensitivitas dan menyebabkan kekacauan diantara umat Muslim.(
Sze Leng Chan - Korespondensi Kristiani Post)

Jika nama "Allah" saja diperebutkan, apakah akan juga dipatenkan? Tapi rasanya tidak perlu ditakutkan, bukankah Tuhan kita Yesus Kristus adalah nama diatas segala nama. Apapun sebutannya, Dia tetaplah Tuhan.

Sumber : Kristianipost.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?