Kasih Yang Mempersatukan

Nasional / 10 January 2008

Kasih Yang Mempersatukan

Lestari99 Official Writer
7824

Kasih Yang Mempersatukan, itulah tema yang diusung acara Natal Bersama Se-Jawa Barat, semalam (08/01/08), di Sabuga, Bandung. Natal bersama yang baru pertama kalinya ini diadakan berkat turunnya ijin dari Gubernur Jawa Barat, Bpk. Danny Setiawan. Dalam kata sambutannya, beliau memaknai Kasih Yang Mempersatukan sebagai lawatan Allah untuk mendatangkan kebebasan bagi orang-orang yang terjajah, miskin, terbelakang, buta huruf dan tidak bekerja, serta memberikan pengharapan, perbaikan, kebebasan, pemulihan, pemberdayaan dan kemerdekaan dari segala situasi yang memperbudak. Karena hanya dengan demikian ajaran cinta kasih yang disebarkan Yesus Kristus di muka bumi ini dapat semakin tertanam dan terefleksikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bukan suatu hal yang mudah untuk mempersatukan berbagai macam denominasi gereja, bersama-sama berhimpun memuji dan meninggikan nama Tuhan. Anda dapat membayangkan bagaimana susahnya mengumpulkan begitu banyak orang dengan berbagai macam kesibukannya namun dapat duduk bersama-sama dan menyusun sebuah acara yang begitu spektakuler bagi umat Kristiani di Jawa Barat. Tapi usaha yang dilakukan para panitia Natal kemarin terbilang cukup sukses. Setiap acara dapat berlangsung dengan baik.

Dalam pesan natalnya, Dr. Bambang Widjaja selaku gembala sidang GKPB Fajar Pengharapan menyatakan agar kita merasakan kasih yang mendatangkan pengharapan, maka yang harus kita lakukan adalah senantiasa bersyukur kepada Tuhan, berpegang pada janji Tuhan dan hidup dalam penyertaan yang tidak mengecewakan. Setiap kita harus menggalang persatuan umat Kristiani untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita melalui perbuatan.

Sedangkan Romo Said dalam pesan natalnya, dengan gayanya yang memikat, menyampaikan bagaimana sebenarnya dunia ini memiliki segalanya, tidak kekurangan apapun juga kecuali kasih. Manusia kasih belum tercerminkan dalam kehidupan banyak orang. Banyak masalah di bangsa ini sebenarnya dapat terselesaikan jika setiap orang mencerminkan hidup yang penuh kasih. Kasih adalah jawaban bagi setiap orang.

Dalam acara ini, kebudayaan Jawa Barat tetap diikutsertakan. Sebelum acara berlangsung, alunan musik degung diperdengarkan kepada setiap jemaat yang hadir. Tidak sampai disitu, penyambutan Gubernur Jawa Barat, Bpk. Danny Setiawan pun dilakukan dengan tarian khas Sunda menyambut tamu agung. Tentu saja semua tarian tersebut sudah berlandaskan Firman Tuhan.

Hal lain yang unik dari acara ini adalah penampilan anak-anak tunanetra dan tunarungu yang membawakan lagu pujian yang indah memuliakan dan meninggikan nama Yesus. Sungguh suatu pemandangan yang sangat mengharukan. Uccelino Children Choir pun mempersembahkan lagu yang unik dan sangat membahagiakan menyaksikan bagaimana anak-anak sekecil itu mampu menyanyikan pujian yang indah bagi Tuhan.

Penampilan lain pada malam itu datang dari anak-anak IPDN, gabungan gereja-gereja di Bandung, Celebration Of Praise, Christopher Abimanyu, Mazmur 100, Glorify Choir dan ditutup dengan penampilan Franky Sihombing dengan Petra, anaknya. Semuanya memberikan penampilan terbaik mereka pada malam itu.

Kolekte yang terkumpul pada malam itu akan disumbangkan bagi gerakan bakti sosial di Jawa Barat dan juga daerah bencana di Jawa Tengah. Yang pasti sangat membahagiakan melihat umat Kristen yang bersatu, tidak memandang latar belakang denominasi tapi bersama-sama membangun negeri dan menjadi berkat bagi orang di sekitarnya. Sampai acara ini selesai, padahal acara ini berakhir cukup larut, namun masih banyak jemaat yang bertahan di tempat duduknya. Semoga saja hal ini menggambarkan orang-orang yang memiliki hati bagi Jawa Barat dan memenangkannya bagi Kristus.

Tuhan memberkati.

Sumber : Lestari
Halaman :
1

Ikuti Kami