Secercah Kemuliaan
Kalangan Sendiri

Secercah Kemuliaan

Admin Spiritual Official Writer
      6928
2 Korintus 4:16
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Orang yang mengalami proses penuaan akan mengalami kesulitannya sendiri - pendengaran dan penglihatannya menurun, pikun, sakit punggung maupun encok di tangan. Inilah tanda bahwa kita semakin lemah. Namun Paulus menegaskan bahwa secara batiniah kita "dibarui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya" (2 Korintus 4:16,17). Bagaimana bisa demikian?

Proses penuaan dan kelemahan akan memusatkan pikiran kita kepada Allah. Kita belajar memusatkan pandangan kepada-Nya dan pada fakta-fakta yang tidak kelihatan; kita belajar membedakan antara hal-hal yang kekal dan hal-hal yang fana. Kita ditarik oleh kasih Allah untuk mengarahkan kasih kepada hal-hal di atas dan bukan kepada hal-hal yang ada di bumi.

Karena itu kita memusatkan pandangan pada hal-hal "yang tak kelihatan" (2 Korintus 4:18). Pandangan kita harus melampaui kelemahan kita saat ini, dan mengarahkannya pada keberadaan kita nanti, yang memancarkan kecantikan yang bersinar dan energi yang tak terhingga!

Sebab itu "kami tidak tawar hati" (2 Korintus 4:16). Kita dapat "bekerja sama" dengan penderitaan kita dan terus melayani, berdoa, mengasihi, bersikap peduli hingga akhir hidup kita. Kita dapat memiliki karakter yang kuat meskipun kemanusiaan kita lemah; kita dapat menunjukkan ketabahan dan kasih bagi orang lain di tengah kegelisahan kita. Meskipun kita memiliki kesulitan sementara, kita dapat terus melangkah maju, karena kita telah memandang secercah kemuliaan yang jauh melebihi semuanya itu.

Jika tidak ada penghalang di antara kita dan Allah, wajah kita dapat mencerminkan kemulian-Nya.

Ikuti Kami