Anda tahu bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Lalu harus bagaimana?Hari-hari ini, banyak orang tua yang khawatir anak-anak mereka bergaul dengan orang yang salah. Itu memang wajar. Bagaimana tidak? Berita-berita mengerikan di koran-koran, gaya hidup anak-anak muda yang makin lama makin berantakan, dan pengaruh buruk yang secara instan bisa ditularkan betul-betul menjadi ancaman. Padahal dalam tahap pertumbuhan ke arah remaja, kepercayaan diri dan penghargaan diri anak sebagian besar datang dari teman, bukan keluarga. Jadi mau tidak mau, anak-anak harus berteman.
Lalu apa yang harus dilakukan kalau anda mulai ‘mencium gelagat' bahwa teman-teman anak anda merupakan pengaruh yang tidak baik untuk mereka?
Buka jalan dan alihkan anak anda bergabung dengan pergaulan yang baik. Contohnya, ajak anak anda ke pertemuan anak muda di gereja atau persekutuan. Walaupun tidak menjamin, tapi minimal kegiatan yang dilakukan adalah hal-hal yang positif.
anda. Tapi anda bisa memperbanyak waktu bersama keluarga yang mempererat hubungan antara anda dan anak. Memiliki keluarga yang harmonis dan saling mengasihi dapat membantu anak menghindari diri dari pergaulan yang buruk di luar sana.Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”