Ketika saya bertumbuh, televisi menunjukkan pada kita bahwa semua pernikahan akan pas dalam bentuk yang pasti : "pernikahan untuk yang pertama kali bagi kedua mempelai". "Suami berangkat kerja setiap hari dan itu adalah langkah seorang pencari nafkah". "Pekerjaannya aman dan dia bekerja pada perusahaan yang sama sepanjang hidupnya". "Dia adalah pemimpin, pemberi bentuk kedisiplinan" (ingat contoh dalam film: "Tunggu sampai ayahmu pulang ke rumah") dan pembuat keputusan dalam keluarga". "Istri diam di rumah dan memperhatikan anak-anak dan suami". "Istri adalah seorang yang manis, ramah dan setuju dengan apapun yang suaminya nasehati". Saya sebut keluarga ini model keluarga "Ozzie-and-Harriett", yang adalah nama program televisi tentang keluarga sempurna di tahun 60-an. Teman saya Kim mengatakan : "Saya ingat menyaksikan orang tua saya" yaitu keluarga Ozzie-and-Harriett itu, dan ketika saya menghormati mereka, saya tidak ingin mengikuti langkah seperti yang ditunjukkan ibu saya!. Masih ada beberapa keluarga seperti itu di sekeliling saya - hanya bukan dalam siklus keluarga saya.
Mereka mungkin bekerja diluar rumah atau punya usaha di rumah, namun mereka berdua menghasilkan pendapatan - mungkin juga yang wanita menghasilkan lebih banyak uang daripada suaminya atau bahkan suami bekerja untuk istrinya. Itu mungkin termasuk satu pernikahan dimana itu adalah pernikahan kedua atau ketiga bagi seorang atau kedua-duanya dari pasangan itu. Disana mungkin ada masalah dengan mantan pasangan atau anak tiri yang menjadi faktor bagi pernikahan. Itu mungkin termasuk satu pernikahan dimana satu pasangan memilih untuk tidak punya anak. Berhubungan dengan perubahan karir atau kebutuhan untuk memperhatikan orang tua yang semakin renta, pasangan mungkin harus hidup dan bekerja pulang pergi setiap hari untuk suatu periode waktu tertentu. Sejak yang namanya keluarga tradisional itu termasuk dalam istri yang patuh dan penurut dan suami yang kuat serta spiritual, maka pernikahan modern dapat menjadi sesuatu yang lebih halus seperti misalnya istri dengan personalitas yang lebih kuat. Karena masing-masing pernikahan adalah unik, hanya ada contoh situasi yang mungkin ditemukan didalam pernikahan modern.
Sekali saya membaca daftar apa yang wanita lakukan untuk menunjukkan pada suaminya bahwa si istri mencintai suami. Item nomor 95 mengatakan si istri akan mengirim suaminya kartu di tempat kerjanya, dan item nomor 96 menyarankan si istri mengisi kopor suaminya dengan catatan cinta ketika suaminya bepergian. Masih, daftar tidak menyarankan hal yang sama. Bagaimana jika si istri yang justru melakukan perjalanan, seperti dalam kasus saya?.
Selanjutnya suami saya menanyai mereka : "Apakah itu yang kamu harapkan dari pernikahan anda?, Apakah itu yang kamu inginkan dari pernikahanmu saat ini?". Setelah merenung sejenak, pasangan suami istri biasanya menyadari bahwa mereka tanpa sadar punya pengharapan "bahagia selamanya" untuk pernikahan mereka, bahkan sebagai hasil dari pertentangan dan ketidaksetujuan. Sekali pasangan dapat menyadari bahwa pengharapan mereka tidaklah realistis - dan sering tidak sadar apa yang mereka inginkan hari ini, mereka dapat menerima dimana mereka berada saat ini dan membangun kembali dari keadaan itu. Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”