Kelemahan Wanita Renaissance

Single / 17 December 2005

Kalangan Sendiri

Kelemahan Wanita Renaissance

Fifi Official Writer
6632
Pengejaran saya untuk menemukan pria yang memenuhi syarat telah membawa saya pada pengalaman menggelikan.

Saya pikir saya akhirnya mempelajari pelajaran saya.
Dua tahun yang lalu saya ada dalam hidup penuh rutinitas. Saya menemukan diri saya melakukan hal yang sama dengan orang yang sama dan tidak menemukan sesuatu yang baru, termasuk pria yang memenuhi syarat yang saya rindukan. Akhirnya saya mulai mencari aktifitas yang menarik dimana saya mungkin bisa menemukan seorang pria yang cocok dengan impian saya.

Pertanyaan yang terus ada dalam diri saya adalah : "Dimana semua pria yang belum menikah yang berusia paling tidak 20 hingga 30 tahun berada? Mereka semua tidak mungkin ada di rumah sambil duduk menonton permainan bola, atau menghabiskan jam-jam untuk mendaki jenjang pekerjaan, atau ini - Tuhan ampuni saya : menghabiskan waktu di bar-bar lokal yang terdekat. Pria yang baik dan sopan adalah pria impian saya. Untuk bisa menyenangkan bersama seorang pria Kristen, saya harusnya pergi ke luar daripada berkurung di rumah, pergi ke gereja, ke tempat laundry otomatis, toko video lokal dan ke toko grosir".

Saya memulai percarian saya dengan satu ide yang brilian yaitu dengan mengambil kursus menunggang kuda. Itu hal yang belum pernah saya lakukan sejak kecil karena orang tua saya tidak mempunyai pendapatan yang berlebihan. Saya membayangkan menjadi seorang atlet dan olahragawan alam bebas, mempunyai kemampuan menunggang kuda bersama dengan pria impian saya.

Saya mengatakan rencana saya pada satu rekan saya. Dia menggelari saya sebagai "Wanita Renaissance" karena pada mulanya saya juga mencoba untuk belajar bahasa Spanyol via audio kaset dan saya bermain dengan ide-ide lainnya yaitu mengambil pelajaran masak sementara mengejar mimpi menjadi jagoan menunggang kuda.

Saya suka julukan "Wanita Renaissance" itu. Itu terdengar mulia, begitu mengagumkan, begitu misterius. Saya seperti terjual oleh gagasan dari nama itu.

Saya pergi ke ranch kuda lokal dengan banyak antisipasi. Sewaktu menunggang saya telah membayangkan : Saya akan melihat senyuman, sikap liar anak muda, bukan yang tinggi namun berwajah ganteng seperti yang saya impikan. Saya tidak berfikir yang lain daripada hal itu. Pasti disana akan ada ibu dengan anak-anak mereka. Setelah itu semua, ada banyak keluarga yang belajar tentang manfaat menunggang kuda dalam hidup mereka.

Entah bagaimana saya belum mempunyai gelagat yang lain - hingga saya tiba di kelas latihan saya. Bukan melawak, itu adalah sebuah ruangan yang penuh dengan anak-anak gadis berusia 9 tahun. Beberapa dari mereka sedang tertawa-tawa, beberapa berlaku sopan, beberapa sedang nervous, beberapa lainnya sedang membual. Ini anugerah yang baik, semuanya berusia 9 tahun?. Terimakasih untuk Tuan Tepat en Benar!!!

Dari situ saya menyadari pelajaran nomor satu : "Jangan mengejar aktivitas apapun, walau mulanya kamu pikir itu akan kamu nikmati jika dengan motivasi utama untuk menjumpai anggota yang memenuhi syarat sebagai pasangan lawan jenismu. Kamu akan merasa kecewa."
Sial sekali, saya lupa pelajaran pertama saya itu.

Sekitar setahun yang lalu, saya punya keinginan yang besar untuk mengikuti kegiatan hiking yang serius, baik untuk latihan jasmani dan juga mencari peluang menemukan pasangan hidup yang potensial. Saya mencari di internet tentang klub hiking yang ada di daerah saya. Saya tergetar menemukan satu klub yang punya iuran masuk akal dan beralasan dan juga waktu perjalanan yang diadakan setiap minggunya. Ini asyik sekali, saya pikir ‘orang-orang di klub ini menyukai kegembiraan'. Saya harus bergabung bersama mereka!.

Saya membayar iuran saya bahkan sebelum mengikuti pertemuan, ini adalah tindakan yang tidak akan dilakukan orang yang bijak. Jika saya mengikuti prinsip nomor dua, dimana selalu berusaha keras mengecek tentang seseorang sebelum membelanjakan uang, saya akan menyadari bahwa saya bisa berhadapan dengan situasi lain yang menggembirakan dibanding pengalaman saya.

Karena tertimpa berbagai penyakit dan adanya masalah pada mobil saya, saya tidak dapat mengikuti pertemuan klub hiking itu. Tapi saya tetap menjaga informasi tentang klub itu dengan membaca buletin dari klub tersebut. Saya belajar bagaimana cara terbaik untuk menangani beruang, membaca tentang berbagai kejuaraan hiking yang memompa semangat saya, dan bermimpi mengadakan perjalanan beresiko hingga memimpikan pondokan klub. Saya juga memperlajari bahwa klub ini bertanggung jawab untuk memperbaiki dan memelihara keasrian sebagian dari gunung ‘Appalachian'. Saya akan menjadi manusia alam yang polos dan seorang ahli konservasi, saya begitu terkesan dengan apa yang klub ini tawarkan!.

Akhirnya, saya mendapatkan malam yang bebas dan kendaraan tumpangan untuk bisa menghadiri pertemuan klub hiking ini sehingga saya bisa menandatangi perjalanan hiking saya. Teman sekamar saya melihat tulisan rencana saya dengan tidak percaya ketika saya katakan padanya bahwa saya sedang dalam perjalanan menuju pusat peristirahatan di hutan. Saya hanya bisa menggambarkan pada teman saya bagaimana efisiennya pihak klub hiking mengelola acaranya disana. Karena itulah iurannya menjadi lebih murah, atau karena lebih ditujukan bagi anggota atau mungkin karena mereka mempunyai hubungan dengan banyak pihak sehingga mampu membangun komunitas.

Mereka mempunyai koneksi yang baik!. Saya berjalan ke pusat peristirahatan dengan beberapa orang yang lebih tua - baik yang pria maupun wanita. Saya pikir mereka mungkin akan pergi ke kelas pembuatan keramik, bukan ke klub hiking, karena saya pikir pusat peristirahatan mempunyai beberapa kegiatan lainnya yang berjalan dengan bersamaan. Lalu semua terulang kembali. Saya berjalan ke auditorium berlantai kayu dan meninjau tempat itu - hampir semua mereka berambut abu-abu, rambut mereka yang berusia lanjut!.

Itulah dimana saya belajar pelajaran ketiga : Amati ciri-ciri bahwa satu kegiatan mungkin bukan seperti yang kamu perkirakan sebelumnya.

Untuk terlihat wajar, saya menikmati kisah mengagumkan tentang beruang kutub jenaka yang di pengendali musim liburan di Kanada, lengkap dengan tayangan slide kuno yang berisi presentasinya. Sekali lagi, waktu saya tidak seluruhnya terbuang. Meski, saya yang diserang udara beku adalah orang paling muda disana.

Yang paling terakhir, saya memutuskan untuk mengambil liburan untuk menghadiri konferensi di Timur Laut Maryland, untuk mempelajari jenis-jenis personaliti manusia. Meskipun yang utama saya pergi untuk meningkatkan pekerjaan saya dan hubungan personal, di belakang pikiran saya terbersit pikiran yang tidak perlu : bahwa disana saya akan bertemu muka dengan muka dengan suami saya. Sepanjang makan malam, kami mendiskusikan apa yang telah kami pelajari, menemukan bahwa personaliti manusia bersifat saling melengkapi dan bagimana memulai hubungan yang berkelanjutan.

Saya mempunyai waktu yang mengagumkan dalam konferensi kala bertemu wanita-wanita hebat dan juga pria baik yang telah menikah. Saya juga menikmati semua hidangan yang dimasak untuk saya, menemukan suasana yang menyenangkan kala berjalan di pesisir pantai dan berdoa. Tapi mendapat pria singel?, itu hanya suatu lelucon!.

Saya telah belajar bahwa tidak ada yang salah dengan mencoba sesuatu yang baru. Tapi saya hanya perlu untuk meninggalkan semua motif tersembunyi saya di rumah.

Ketika saya akhirnya menemukan Pria Tepat en Benar, dugaan saya kejadiannya tidak akan mengikuti gaya Renaissance saya. Tapi tidak!. Waktu itu saya sedang bergegas dengan penuh gaya masuk toko video untuk membayar biaya keterlambatan peminjaman kaset, atau sedang merebut segalon susu di toko grosiran atau waktu mendapatkan salinan resep dokter dan lalu semuanya akan terjadi!. Tidak, bukan seperti yang saya pikirkan selama ini.

Dengan tidak menggunakan make up, rambut saya berponi berantakan dan bercelana santai dengan t-shirt, saya akan berputar dan tiba-tiba saya menatap Tuan Mengagumkan itu. Untuk beberapa alasan yang tidak dapat dipahami, dia melihat saya seperti layaknya saya - Wanita Renaissance atau tidak. Semua pencarian dan semua upaya tidak lagi menjadi masalah.

Sekarang, tidakkah bahwa cara mendapatkan pasangan hidup ternyata tidak pernah seperti yang anda perkirakan sebelumnya?.
Halaman :
1

Ikuti Kami