Sikap terbaik, mendengarkan cerita si anak mengenai "temannya". Dari situ Anda dapat mengetahui penyebabnya. Kemudian bicara kepada anak tentang hal tersebut dan beri rasa aman terhadapnya. Jangan tunjukkan sikap yang berlawanan. Lebih baik berikan ia mainan yang merangsang imajinasinya seperti boneka yang dapat didandani atau diajak omong. Atau berikan ia seekor hewan peliharaan yang jinak dengan tetap memperhatikan kebersihannya.
Libatkan anak. Kebiasaan ini juga terjadi sebagai "hiburan" bagi anak yang bosan, atau secara umum merupakan mekanisme penyesuaian diri dalam menghadapi situasi yang menegangkan atau pengalaman yang membuatnya stres. Karena itu, libatkan anak dalam proses penghentian kebiasaan itu. Tanya anak Anda apa yang ia pikirkan untuk dapat menghentikan kebiasaannya tersebut atau jika ia memang ingin menghentikannya. Tindakan ini bisa dilakukan jika sepulang sekolah Anda mendapatkan ia menangis karena diolok-olok temannya disebabkan kebiasaannya itu.Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”