Sempurna Di Tengah Badai

Sempurna Di Tengah Badai

Admin Spiritual Official Writer
5539

Di malam pertama kami berdoa bersungguh-sungguh pada Tuhan. Kami mengharapkan segera mempunyai anak dalam keluarga kami yang baru. Dan ternyata bulan berikutnya Tuhan langsung mengabulkan permohonan doa kami. Saya segera hamil pada bulan berikutnya. Saya segera memeriksakan diri ke dokter dan selanjutnya dokter menganjurkan saya untuk melakukan test darah di laboratorium.

Hasil laboratorium inilah yang mengejutkan ibu Hetty.
Ternyata dari test darah tersebut didapat hasil bahwa saya menderita toxoplasma. Mendengar itu saya hanya bisa berdoa pada Tuhan. Kami hanya bisa melakukan hal ini karena dokter sendiri mengatakan bahwa keadaan seperti ini hanya bisa kami serahklan pada Tuhan.

Bapak Santoso mengalami keterkejutan begitu mengetahui istrinya mengalami serangan toxoplasma yang mengancam keberadaan janin yang ada. Toxoplasma yang mengancam kandungan ibu Hetty menyebabkan ia harus mengkonsumsi antibiotik empat kali dalam satu hari dan ini berlangsung selama tujuh bulan. Hal tersebut sangat mengkuatirkan pasangan bapak Santoso dan ibu Hetty. Disaat rasa kuatir melanda pasangan bapak Santoso dan ibu Hetty, mereka menaruh semua pengharapan hanya kepada Tuhan. Bersama dengan sahabat-sahabat, mereka membawakan pergumulan ini dalam doa.

Ibu Hetty membawa semua vonis dokter kepada Tuhan.
Kata dokter sangat mungkin anak saya tidak selamat, atau jika anak saya selamat bisa saja mengalami mata buta atau juga kepalanya besar. Tapi saya berdoa dan terus memegang janji Tuhan. Saya katakan pada Tuhan bahwa saya sudah meminta pada Tuhan. Saya percaya Tuhan akan memberikan yang terbaik pada saya. Saya sudah diberikan kehamilan, masakan Tuhan akan memberikan yang jelek pada saya?. Saya tidak percaya Tuhan akan memberikan yang jelek pada saya. Saya tahu Tuhan itu baik dan akan memberikan yang terbaik pada saya.

Lewat doa-doa mereka, Tuhan melakukan perkara yang ajaib pada kandungan ibu Hetty.

Setelah sekian bulan kehamilan, saya selalu memeriksakan ke laboratorium. Hasilnya selalu menunjukkan penurunan. Sampai usia kandungan delapan bulan, saya masih memeriksakan diri dan hasilnya masih menunjukkan adanya toxoplasma.

Sampai menjelang waktu kelahiran anaknya, ibu Hetty ternyata mengalami gawat janin. Hal ini menyebabkan ia harus melahirkan dengan bedah caesar. Sementara bapak Santoso terus berdoa untuk keselamatan istri dan bayinya. Dan Tuhan kembali melakukan mujizatnya.

Saya merasakan penyertaan Tuhan, saya sama sekali tidak merasakan sakit kontraksi di perut. Kontraksi berjalan dengan sempurna dan Tuhan menyertai saya. Anak saya lahir dengan selamat dalam jangka waktu singkat.

Bapak Santoso melihat dengan kagum semua jawaban doa.
Dokter memanggil saya untuk memperlihatkan anak saya. Dia juga meminta saya untuk memeriksa anak saya. Saya lalu melihat semuanya, jari-jarinya, tangannya, matanya, hidungnya, ternyata semuanya bagus sekali. Saya sangat bersyukur pada Tuhan untuk anugerah itu.

Janji Tuhan selalu indah dan sempurna pada waktunya. Bapak Santoso dan ibu Hetty sangat bersyukur untuk buah hati mereka yaang diberi nama Naomi. Anak ini tumbuh sebagai gadis cilik yang lincah dan cerdas.

Itulah keajaiban Tuhan. Tuhan melakukan perkara yang memberi sukacita bagi kami. Karena itu kami memberi nama anak kami Naomi karena Tuhan telah menyenangkan hati kami.

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! (Mazmur 139:13-17)

Sumber Kesaksian: Hetty Santoso

Halaman :
1

Ikuti Kami