Lori Mora

Official Writer
1145


Kisruh yang terjadi di Wamena pekan lalu menimbulkan kekuatiran dan ketakutan terhadap masyarakat pendatang di Papua.

Terkait hal ini, sejumlah tokoh agama pun telah melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi provinsi paling Timur Indonesia itu.

Dalam upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat Papua, Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Albertus Patty meminta masyarakat untuk tidak emosional. Karena dia menilai kericuhan ini seperti sebuah perangkap untuk merusak keharmonisan yang ada di Papua.

“Jangan terlalu vepat termakan isu yang makin memanaskan situasi lalu tanpa fakta yang jelas menuding siapapun. Bila terpancing, kita sedang menjalankan skenario aktor intelektual yang menghancurkan diri kita sendiri,” katanya.

Kisruh di Wamena ditujukan untuk merusak integrasi dan keharmonisan bangsa dimana respon emosional yang berbahaya sama sekali gak menyelesaikan masalah.

Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan berdoa supaya pemerintah bisa menemukan solusi yang tepat untuk mengendalikan situasi di Wamena.

“Sementara itu, kita berdoa dan berharap pemerintah bisa segera mengendalikan situasi di Wamena dan menangkap aktor intelektual utama yang menciptakan kerusuhan di sana,” kata Pendeta Patty.

Kepada pemerintah, dia juga berpesan supaya berpikir rasional dan bijak. Sebab kerusuhan di Wamena ini patut disayangkan karena sudah sangat merugikan banyak orang.

Baca Juga:

Jokowi dan Tokoh Agama Adakan Pertemuan Mendadak, 5 Kondisi Genting Ini Jadi Pembahasan

Rusuh Wamena Paksa Persekutuan Gereja Papua Beri Himbauan dan Pengawalan Rumah Ibadah

Sementara Gubernur Papua Lukas Enembe menyampaikan secara pribadi permohonan maafnya atas kerusuhan dan juga jatuhnya korban. Dia memastikan Pemprov Papua siap melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi aset-aset milik pemerintah daerah serta toko dan kios masyarakat yang rusak terbakar. Namun yang lebih penting dari hal tersebut, katanya, mengevakuasi korban dan menyediakan makan dan minuman kepada masyarakat yang terdampak.

“Saudara-saudaraku, masyarakat dari suku bangsa Minangkabau, Makassar, Bugis, Toraja, Minahasa, Jawa, Madura, Sunda, Maluku dan Nusa Tenggara di manapun saudara berada di seluruh Indonesia. Dengan hormat, Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan permohonan maaf dan rasa belasungkawa sebesar-besarnya bagi masyarakat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena tanggal 23 September 2019,” ucap Gubernur Lukas.

Yuk berdoa buat Papua supaya setiap masalah yang terjadi di sana bisa segera selesai dengan cara yang tepat.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Banner Mitra Juni Week 1-2


7250

Banner Mitra Juni Week 1-2