Sudah enam belas tahun berlalu, tetapi kasus Tragedi Trisakti 1998 sampai kini tak kunjung tuntas. Para keluarga korban pun kecewa kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang mereka anggap telah mengingkari janji yang pernah diucapkan kepada mereka.
"SBY sampai lengser enggak ada tindakan, anak kita tuh korban ditembak aparat negara. SBY padahal sudah janji apalagi anak kita dikasih gelar pahlawan demokrasi. Itu bukan main-main," ujar Lasmiati, ibunda Heri Hertanto, salah satu korban tewas dalam insiden Semanggi dari mahasiswa Trisakti seperti dikutip Merdeka, Kamis (8/5).
Namun begitu, Lasmiati mengaku tidak akan menyerah. Ia dan keluarga korban Tragedi Trisakti 1998 bakal terus berjuang dengan mendorong pemerintahan yang baru agar segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat ini. "Kami hanya ingin keadilan ditegakkan," ungkap Lasmiati.
Seperti diketahui, jelang lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan, gerakan mahasiswa di seluruh Indonesia menuntut reformasi begitu kuat. Perjuangan para mahasiswa ini ternyata memakan korban jiwa.
Pada 12 Mei 1998, empat orang mahasiswa Trisakti yakni Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie tewas diterjang peluru tajam yang diduga kuat keluar dari senjata tentara Indonesia.
Baca juga:
4 Pelajaran Penting Dari Kisah Jalan Ke Emaus
Dokumentasi Kopdar Forum JC 3 Mei 2014
Sumber : merdeka.com, jawaban.com / budhianto marpaungIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”