Masa Kecil Tidak Bahagia, Resiko Jantung Di Usia Tua

Psikologi / 9 February 2013

Kalangan Sendiri
Masa Kecil Tidak Bahagia, Resiko Jantung Di Usia Tua
daniel.tanamal Official Writer
5646

Sebuah penelitian terbaru yang mengaitkan antara kondisi emosional di usia anak-anak dengan risiko penyakit jantung, membuktikan bahwa anak yang emosinya kurang stabil dan mudah marah memiliki risiko sakit jantung lebih tinggi. 

Penelitian yang dilakukan terhadap 377 orang dewasa yang pernah ambil bagian dalam sebuah penelitian ketika mereka masih anak-anak. Di usia 7 tahun, mereka menjalani beberapa tes untuk melihat perilaku emosinya. Kemudian hasil tes tersebut dibandingkan dengan skor risiko penyakit kardiovaskular ketika para partisipan itu berusia 40 tahun. 

Setelah membandingkan faktor lain yang mungkin berpengaruh pada penyakit jantung, diketahui tingginya level distres pada anak usia 7 tahun berkaitan dengan peningkatan risiko sakit jantung sampai 31 persen pada wanita dewasa. Pada pria, tingginya level distres di usia anak-anak, hanya meningkatkan risiko sakit jantung 17 persen. 

Distres atau stres yang buruk merupakan kondisi atau situasi yang dianggap mengancam. Stres ini diakibatkan respon adaptasi yang kurang baik. Pada anak-anak, perilaku yang muncul bisanya mudah marah dan gampang frustasi. Sementara itu emosi yang positif tercermin dari kemampuan anak memusatkan perhatian

Anak yang seperti itu memiliki risiko sakit jantung lebih rendah. "Distres yang terus menerus bisa menyebabkan gangguan regulasi pada respon stres. Inilah yang masih harus didalami oleh penelitian," kata ketua peneliti Dr.Allison Appleton.

Penelitian lain juga pernah mengaitkan antara kondisi emosional di usia anak-anak dengan risiko penyakit jantung. Hasilnya tak jauh berbeda. Kesejahteraan emosi yang rendah akan meningkatkan risiko penyakit jantung di usia dewasa.


Sumber : kompashealth
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?