Bahaya Sikap Protektif Ibu Terhadap Buah Hati

Psikologi / 8 July 2012

Bahaya Sikap Protektif Ibu Terhadap Buah Hati
Puji Astuti Official Writer
7375

Menjadi seorang ibu yang mengasuh dan membesarkan buah hati adalah sebuah pengalaman yang istimewa, namun ternyata jika si ibu terlalu protektif, riset menyatakan dapat membahayakan kesehatan mental si anak dan juga si ibu sendiri.

Berdasarkan riset dari Universitas Mary Washington, Virginia menyatakan bahwa ibu yang menjadikan anak-anak adalah pusat kehidupannya dan terus ada dalam kehidupan anaknya dapat menyebabkan si anak bertumbuh menjadi pribadi yang rapuh dan tidak dapat beradaptasi dengan pengalaman hidupnya.

Selain itu, akibat buruk juga di alami si ibu, ia menjadi pribadi yang tidak bahagia. Seorang ibu yang memiliki pemikiran bahwa menjadi orangtua adalah sebuah tantangan dan perlu pengetahuan dan keahlian khusus lebih mudah mengalami stress dan depresi. Sebaliknya ibu yan tahu perannya namun juga terbuka untuk bantuan dari pihak lain untuk mengasuh anaknya ternyata merasa lebih bahagia.

Peneliti menemukan bahwa ibu yang memberikan perhatian secara intensif berpikir hal itu membuatnya menjadi orangtua yang lebih baik, bahkan mereka rela mengorbankan kesehatan mentalnya sendiri untuk hal itu. Namun ternyata dampaknya sebaliknya, hal itu menghalangi kemandirian si anak dan membuatnya sulit bertumbuh secara kognitif, sosial dan emosional.

Untuk itu, demi kebaikan bagi si ibu maupun anak, maka perlu memberi ruang lebih leluasa dalam pengasuhan. Tindakan orangtua yang protektif dan mengawasi anak secara intensi biasanya dipicu oleh kekuatiran. Hal ini tentunya tidak sehat. Untuk itu ibu perlu mengembangkan rasa aman di dalam dirinya untuk menjadi orangtua yang mampu membesarkan seorang anak yang mandiri dan kuat baik secara fisik dan juga mental.

Sumber : Dailymail.co.uk | Puji Astuti
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?