JC Alert - Relationship
JC Alert (Beta Ver.)
Pengumuman Pemenang Kuis Planetshakers
Pemenang Lomba Puisi Harapan Bagi Indonesia
Pengumuman Pemenang Kuis TW Youth
Pengumuman Pemenang Jawaban.Com FB Competition
Kenal Lebih Dekat Moderator Forum Yuk....
Gabung yuk di Mukjizat Terjadi at Yahoo Group
Celebrate Our Savior! Listen to CBN Radio
Relationship
Chat Email SMS Milist
Chating Online 24 Jam. Kapanpun dan dimanapun Anda bisa menghubungi konselor kami via chating disini!
Mau curhat atau konseling via email?
Segera kirimkan email ke konsultasi@jawaban.com sekarang juga
Konselor kami akan selalu siap menjawab email Anda dan mendoakan segala permasalahan yang Anda hadapi
Anda bisa konseling, minta dukungan doa atau bahkan curhat tentang apa saja disini, Konselor kami akan selalu setia melayani Anda. Nonstop 24 jam.

Hubungi HOTLINE 021-89903344 dan TOLL FREE 0-800-151-3344 (bebas pulsa khusus PSTN (non-selular) dari luar DKI Jakarta)

Ingin curhat via SMS? SMS ke 0817-994-3344
Recharge Your Soul

Cermin Anak


- Jawaban.com -
View: 1822 times

Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Pentas drama yang meriah, dengan pemain yang semuanya siswa-siswi di sana. Setiap anak mendapat peran dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas.

Di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan menyemarakkan acara itu.

Lakon drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang berperan sebagai petani, lengkap dengan cangkul dan topinya, ada juga yang menjadi nelayan, dengan jala yang disampirkan di bahu. Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah, sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. Tepuk tangan dari para orangtua dan guru kerap terdengar, di sisi kiri dan kanan panggung.

Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Dan itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa yang berhak mendapatkan hadiah. Setiap anak tampak berdebar dalam hati, berharap mereka terpilih menjadi pemain drama yang terbaik. Dalam komat-kamit mereka berdoa, supaya Pak Guru akan menyebutkan nama mereka, dan mengundang ke atas panggung untuk menerima hadiah. Para orangtua pun ikut berdoa, membayangkan anak mereka menjadi yang terbaik.

Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan sebuah nama. Aha... ternyata anak yang menjadi pak tua pemarahlah yang menjadi juara. Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. "Aku menang...," begitu ucapnya. Ia pun bergegas menuju ke panggung diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan terdengar lagi. Sang orangtua menatap sekeliling, menatap ke seluruh hadirin. Mereka bangga.

Pak guru menyambut mereka. Sebelum menyerahkan hadiah, ia sedikit bertanya kepada sang ‘jagoan', "Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang yang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini? Kamu pasti rajin mengikuti latihan, tak heran jika kamu terpilih menjadi yang terbaik," ujar Pak Guru. "Coba kamu ceritakankepada kami semua, apa yang bisa membuat kamu seperti ini."

Sang anak menjawab, "Terima kasih atas hadiahnya Pak. Dan sebenarnya saya harus berterima kasih kepada Ayah saya di rumah. Karena dari Ayah-lah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah. Kepada ayah-lah saya meniru perilaku ini. Ayah sering berteriak kepada saya, maka bukan hal yang sulit untuk menjadi pemarah seperti ayah."

Tampak sang Ayah yang mulai tercenung. Sang anak mulai melanjutkan, "Ayah membesarkan saya dengan cara seperti ini, jadi peran ini adalah peran yang mudah bagi saya."

Senyap. Usai bibir anak itu terkatup, keadaan tambah senyap. Begitu pun kedua orangtua sang anak di atas panggung, mereka tampak tertunduk. Jika sebelumnya mereka merasa bangga, kini keadaannya berubah. Seakan mereka berdiri sebagai terdakwa di muka pengadilan. Mereka belajar sesuatu hari itu. Ada yang perlu diluruskan dengan perilaku mereka.



Sumber: Motivasi - KeeBoo Corp


Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi


Comments: 4

ica anggra : 2009-08-13 18:08:05
jadilah berkat dalam setiap lakumu, thanx bgt yha buat artikelnya memberkati sekali... Tuhan Yesus memberkati!!

miu miu : 2009-08-08 14:07:30
thanks, artikelnya mengingatkan saya pada diri saya sendiri sbg ortu...

kaleb : 2009-08-06 20:05:09
ternyata ada manfaatnya punya papi pemarah...

sy : 2009-08-06 16:49:16
keren dan menyentuh aarticlenya...JBU



Teaching