JC Alert - Spiritual
JC Alert (Beta Ver.)
Pengumuman Pemenang Kuis Planetshakers
Pemenang Lomba Puisi Harapan Bagi Indonesia
Pengumuman Pemenang Kuis TW Youth
Pengumuman Pemenang Jawaban.Com FB Competition
Kenal Lebih Dekat Moderator Forum Yuk....
Gabung yuk di Mukjizat Terjadi at Yahoo Group
Celebrate Our Savior! Listen to CBN Radio
Spiritual
Chat Email SMS Milist
Chating Online 24 Jam. Kapanpun dan dimanapun Anda bisa menghubungi konselor kami via chating disini!
Mau curhat atau konseling via email?
Segera kirimkan email ke konsultasi@jawaban.com sekarang juga
Konselor kami akan selalu siap menjawab email Anda dan mendoakan segala permasalahan yang Anda hadapi
Anda bisa konseling, minta dukungan doa atau bahkan curhat tentang apa saja disini, Konselor kami akan selalu setia melayani Anda. Nonstop 24 jam.

Hubungi HOTLINE 021-89903344 dan TOLL FREE 0-800-151-3344 (bebas pulsa khusus PSTN (non-selular) dari luar DKI Jakarta)

Ingin curhat via SMS? SMS ke 0817-994-3344


Betapa Tidak Enaknya Bila Pergi Ke Gereja Sendirian

“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain” (Roma 12:4-5)


Saya benci mengungkapkannya tapi salah satu hari yang paling sepi dalam hidup saya yaitu Minggu pagi. Pergi ke gereja sendirian dan duduk sendirian di bangku gereja di antara pasangan-pasangan maupun keluarga bahagia. Setelah itu, mendengar tentang bagaimana menghargai pasangan, atau mungkin tentang cara hidup berumahtangga di dalam Tuhan, atau tentang pasangan yang berkenan di hadapan Tuhan mungkin, padahal saya masih sendirian.


Seringkali saya menghindari pesta-pesta maupun acara keluarga karena saya merasa tidak termasuk dalam lingkungan seperti itu. Ketika beberapa waktu yang lalu ada persekutuan gereja di gereja saya yang diselenggarakan oleh para diakon, dan istri mereka. Saat saya duduk dan memperhatikan pasangan yang sedang berbincang dan tertawa, saya bertanya-tanya, dimanakah pemimpin yang masih single berada?


Saya juga tidak pernah lagi menghadiri pertemuan bagi para jomblo karena mereka terlalu kelihatan depresi. Saya tidak lagi menghadiri pertemuan untuk umum maupun khusus single. Yang saya tahu, saya tidak sendirian dalam kesendirian saya. Teman saya Julie mengatakan pada saya tentang sebuah grup jomblo di gerejanya. Mereka membuka ibadah buat para jomblo sama seperti sekolah minggu, para senior, maupun untuk remaja.


Saya pernah mendapat email dari seseorang yang berhenti menjadi guru sekolah minggu karena terlalu menyakitkan baginya untuk melihat orangtua lainnya begitu bangga dan bahagia terhadap anak-anak mereka. Yang lebih menyakitkan lagi, betapa gencarnya tren yang beredar tentang jomblo di TV, film-film, maupun buku namun tetap tidak mengubah status single kita.


Di sisi lain, seringkali muncul perasaan ingin diperhatikan, dimanja, maupun mempunyai seseorang di samping kita untuk mendengarkan curhat. Jadi apa yang harus kita lakukan sebagai seorang Kristen jomblo? Saya seringkali harus mengingatkan diri saya sendiri dan orang lain, bahwa tidak semua jemaat di gereja sudah berkeluarga atau menikah.


Saya perlu menyadari bahwa Tuhan begitu mencintai setiap kita, meskipun di hari kita merasa bahwa gereja tidak mencintai kita. Saya bukannya mau membuat malu gereja atau menggambarkan para jomblo sebagai korban tak berdosa. Nyatanya, saya pikir gereja mempunyai peran keluarga dalam masyarakat modern, yang mencari anggota keluarganya, termasuk para single seperti kita tentu saja. Kita adalah satu anggota tubuh yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda.


Jadi tidak ada jawaban yang mudah di sini. Tapi jangan sampai membuat kita berhenti di situ. Gereja yang merupakan satu tubuh yang dapat saling membantu. Kita dapat ikut aktif di dalamnya dan mencari keluarga dalam iman kita. Ketika kita melakukan bagian kita, yaitu melayani Dia, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya. Dengan menyerah dan tidak menghadiri persekutuan maupun kebaktian di gereja maupun acara-acara lainnya, membuat kita kehilangan satu peluang yang bagus. Baik itu peluang untuk melayani Tuhan maupun menemukan pasangan hidup.


Tidak, tugas yang kita emban tidak akan mudah. Dan tidak, sepertinya tidak adil. Tapi ada banyak para jomblo lainnya di luar sana yang telah meninggalkan gereja maupun belum mengenal Yesus, yang membutuhkan kita untuk melakukan tugas berat untuk jemaat gereja kita, agar dia dapat mengenal Tuhan. Mungkin itu salah satu tugas yang Tuhan telah percayakan kepada kita.


Apapun tugas yang Tuhan percayakan, kerjakanlah itu. Fakta ini menunjukkan bahwa para jomblo tidak berada dalam ‘kelas dua’ tapi sama rata dengan yang berkeluarga. Hanya masing-masing punya tugas yang berbeda, meski kita satu tubuh. Bagaimana saya mengetahui ini? Karena dalam Tuhan tidak ada kasta. Ingat itu, dan teruskan pada orang lain.


Total View : 1598 kali
Sumber : kyria/lh3
1. Name : Sen sen, Single
Date : 02-09-2010 06:58
Comment :
Saya cowok umur 32th sdh ke gereja sejak kecil sampai skrg....dri dulu waktu msh kecil sampai skrg selalu sendiri ke gereja.....meski saya sendiri terus ......tapi saya percaya penyertaan Tuhan dlm kesendirian saya ...Tuhan akan sertai saya sampai masa tua saya ..sampai masa putih rambut saya ..Terpujilah nama Tuhan

2. Name : Redy,
Date : 02-09-2010 02:59
Comment :
Qta orang" Kristen (anak" Tuhan) yg hidup kar'na "Iman", jadi yg trpenting yg harus qta lakukan adalah dahulukan "IMAN" baru "LOGIKA". Imani bhwa Tuhan sudah sediakan wat qta.. Yupz... kerjakan bagian qta, maka Tuhan akan mengerjakan bagian'NYA.

3. Name : alfredo sinaga, Single
Date : 02-09-2010 09:40
Comment :
"segala sesuatu di dunia ada masanya".. Setiap orang punya TUGAS dan panggilan yang berbeda2..kerjakan apa yg telah menjadi bagianmu...Tuhan Yesus Memberkati amin

4. Name : oki,
Date : 02-09-2010 09:04
Comment :
Singleness.....adl saat2 terbaik kita utk menikmatinya,segala sesuatu ada masanya,kl ga pernah bersyukur dan enjoy dlm masa2 single,dpt dipastikan waktu 'saatnya' tiba,tetep aja ga bs bersyukur.....Saatnya mencapai kemaksimalan dlm hidup,pelayanan,pekerjaan,dan study!

5. Name : Enny,
Date : 01-09-2010 11:35
Comment :
Sbnrny se ga mslh kl kgrj sndrian tp mslhny kl trjebak d.antara org yg pcran dlm grj..enek bnr..mo bgtu susa..tp mo d.blg ap?nikmatin aj lah..

6. Name : Dian,
Date : 01-09-2010 10:33
Comment :
Trmksh... Artikel ini menguatkan saya.

7. Name : metz, Single
Date : 01-09-2010 09:40
Comment :
aku banget... it's very inspiring though, good article

8. Name : dezy, Single
Date : 01-09-2010 06:30
Comment :
secara psikologi, kadang memang aku merasa sendiri ke gereja tanpa ada pasangan. pernah iri melihat oranglain berjalan dan berdoa brsm pasangannya. tp, iman dan roh kudus lagi yang mengingatkan aku bahwa aku harus menunggu waktu dan janji TUhan dengan sabar untuk mendapatkan pasangan dan menjalani saat2 indah seperti td. amin

9. Name : edo, Single
Date : 01-09-2010 03:38
Comment :
selama ini, inilah yg saya jalani..Tp saya tahu Tuhan tdk pernah tinggalkan saya...God can do Semangat dan tetap berharap pd Tuhan

10. Name : indra,
Date : 01-09-2010 08:08
Comment :
memang tidak enak ke gereja sendiri sementara yang lain udah pada punya pasangan , namun ke gereja juga harus benar pula motivasinya yaitu bukan untuk cari pasangan atau ajang tebar pesona dan kenalan , karena kalau ke gereja hanya untuk cari pasangan dan tebar pesona fokusnya , maka kita akan kecewa jadi menurut saya perluas pergaulan digereja boleh jadi memakai prinsip KKR yaitu : Koleksi teman sebanyak-banyaknya ,Koneksikan hubungan mu dengan temanmu (teman spesial/pacar bila sudah dapat )baik dengan keluargamu dan dia , lalu setlah ada kecocokan baru Resepsinya

11. Name : lint, Single
Date : 31-08-2010 09:59
Comment :
Sangat memberkati, Thanks