JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Daily Devotional

- Daily Devotional -
View : 4084 times

Berpaut pada Materi


Pengkhotbah 5:9-10a
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia. Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang yang menghabiskannya.

Bacaan Alkitab setahun: Amsal 17; Galatia 6; 2 Tawarikh 6-7

Kupu-kupu Maculinea Arion meletakkan telurnya di daun. Dalam beberapa hari, telur itu menetas menjadi ulat. Setelah makan daun beberapa hari, ulat itu turun ke tanah dan bertemu semut. Semut-semut itu pun menyerang ulat. Untuk mempertahankan diri, ulat mengeluarkan cairan manis dari kelenjar khusus di tubuhnya. Tampaknya semut menyukai cairan itu sehingga mereka membawa ulat ke sarangnya. Di sana, semut memakan cairan manis yang dikeluarkan sang ulat sementara ulat itu memakan bayi-bayi semut yang ada di sekitarnya. Ulat terus makan semut-semut kecil sampai musim semi. Akhirnya, ulat itu menjadi kupu-kupu dan terbang pergi.

Semut-semut itu tidak pernah menyadari bahwa kesukaan mereka akan cairan manis yang keluar dari tubuh sang ulat harus dibayar dengan kematian anak-anak mereka, calon masa depan koloni mereka. Kesukaan semut akan cairan manis itu sama halnya dengan isteri Lot yang begitu menikmati semua kenikmatan Sodom sehingga ia tidak bisa melepaskan diri darinya. Sekalipun sudah dilepaskan dari Sodom, hati dan pikirannya masih melekat di sana sehingga hidupnya berakhir dengan tragis: menjadi tiang garam.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang bersikap seperti semut dan isteri Lot tersebut. Mereka menyukai benda-benda yang mewah dan kesenangan duniawi: pakaian dan perhiasan bagus, mobil dan rumah mewah, makan di restoran bergengsi, dan hiburan eksklusif.

Demikianlah akhir hidup orang Kristen duniawi. Jangan sampai kita menautkan hati dan hidup kita pada materi semata agar hidup kita tidak berakhir di titik bencana.

Cinta uang akan mendatangkan keserakahan, bukan kepuasan.

Sumber : Renungan Malam untuk Setahun

CBN renungan mobile

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * aditya

    2009-06-16 15:13:19
    Thanks bangetz, buat renungan hari ini. bener2 menguatkan iman aku, untuk selalu mengandalkan Yesus dalam segala. THanks GOD
  • * Trifosa

    2009-06-16 11:05:02
    kesuksesan seseorang bukan diukur dengan banyak nya harta atau pun uang yang kita punya.........kesuksesan terbesar adalah sukses dalam semua hal Keluarga, Pekerjaan, kerohanian, kesuksesan untuk bisa mengasihi sesama. Sukses dengan berakhir kebahagian bersama Yesus dan orang-orang yang kita kasihi. Jadi uang bukanlah akhir dari kebahagian asalkan berkecukupan itu suatu anugrah terbesar Thank You my Lord...Blessed u All
  • * lidya_mm

    2009-06-16 10:45:31
    setuju. Terkadang saya sering bertanya apakah pantas kita sering menikmati makanan mewah di resto mahal dan bergengsi, padahal banyak saudara kita di luar yg maish kelaparan. Tapi dengan renungan ini saya makin dikuatkan, bahwa sesekali mungkin boleh2 saja utk event special tertentu. Tapi kebhagiaan sejati bagi ku adalah kebaikan Tuhan sudah mengizinkan aku bisa makan bersama dengan keluargaku walaupun makananya cuma sederhana makanan rumah. Thx U Lord :)
  • * Ciel

    2009-06-16 09:22:53
    bersyukur dengan apa yg ada...thanks God..
  • * ucu

    2009-06-16 09:12:03
    ajar ag Tuhan Yesus agar jangan menjadi hamba uang dan sibuk dengan keinginan daging...amin.