Sentuhan Maut Mengikat Jiwa Susy

Related Articles
FRIDAY, 23 MARCH 2012
Total View : 7284 times
Sentuhan pria kepada wanita tentu bisa mengandung arti yang dalam. Tapi bagi Susy Greta, hidupnya yang getir telah membuat setiap sentuhan pria tidak lagi begitu berarti. Ada hal lain yang memberinya kenikmatan maut, mengikat jiwanya dan ia tidak pernah membiarkannya pergi begitu saja.
Kisah ini bercerita tentang Susy Greta. Tahun 1970, seorang lelaki bernama Rudy menjadi gila karena kecelakaan. Istrinya yang bernama Cory memutuskan untuk kabur ke Jakarta. Ia tinggal bersama anaknya yang bernama Jeany. Seorang pemuda bernama Cecep jatuh cinta kepada Jeany, namun cinta itu tak bertahan lama.
Suatu hari, tanpa alasan yang jelas, Jeany kabur dari rumah, padahal Cory, sang ibu, telah merestui hubungan mereka. Sehingga Susy Greta, anak kedua Ibu Cory, menjadi penggantinya. Susy dijodohkan dengan Cecep. Beberapa tahun setelah Susy dan Cecep menikah, mereka mengalami kesulitan dalam perekonomian. Pekerjaan yang paling mudah dan menghasilkan uang bagi Susy adalah menjadi pramuria. Apalagi latar belakan pendidikannya yang hanya sampai kelas 3 SD tak memungkinkannya untuk mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Yang Susy perlu lakukan hanyalah menemani tamu makan, minum dan berdansa. Dari hasil kerjanya, Susy dan Cecep bisa hidup berkecukupan.
Hanya saja Susy seringkali mendapatkan tamu yang meminta lebih. Menghindari tamu seperti itu, Susy yang mencoba menenangkan diri di luar pub malah bertemu dengan teman kerjanya yang sedang mengisap morfin. Terpengaruh bujukan teman, Susy mulai mengisap morfin. Pengaruh morfin membuatnya tidak lagi menolak keinginan para tamunya sehingga ia bisa mendapatkan uang tip yang lebih besar. Tapa disadari olehnya, ketergantungannya akan morfin mulai menjerat hidupnya. Susy mulai menukarkan barang-barang miliknya demi mendapatklan morfin. Cincin, gelang, apa saja yang dipakainya hari itu ditukar Susy dengan morfin.
Cecep sendiri bergabung di dalam kepolisian menjadi spionase mengungkap gembong narkoba. Dari salah seorang bandar narkotika yang ditangkapnya, Cecep mendapatan informasi bahwa salah satu pusat penyebaran narkotika adalah di pub tempat Susy bekerja. Cecep pun mulai mengawasi Susy secara ketat. Namun akal bulus Susy selalu mampu mengelabui Cecep.
Ketika salah seorang temannya mati mendadak di pangkuannya saat sedang mengisap morfin bersama, ketakutan pun mulai menghantui Susy. Ia akhirnya memutuskan untuk datang ke gereja. Saat itulah ia diajak terlibat dalam drama menyambut Natal yang akan jatuh bebeapa bulan lagi. Namun ketergantungannya akan morfin terus membuat Susy terpuruk. Ia tak sanggup lepas walaupun ia sangat ingin. Sampai akhirnya Cecep berhasil memergoki ulah istrinya. Kenyataan itu begitu melukai hati Cecep. Di luar sebagai anggota kepolisian ia sepertinya berhasil, namun di dalam keluarganya sendiri ia gagal membimbing keluarganya.
Dengan penuh kesabaran, Cecep yang begitu mencinta Susy terus menjaga dan berusaha membantu Susy lepas dari ketergantungannya. Cecep pun meminta Susy untuk keluar dari pekerjaannya. Susy kemudian mulai menjalani pengobatan untuk berhenti dari pekerjaannya.
“Pertama kali minum obat dokter, rasanya tidak enak sekali. Rasanya mau muntah tapi tidak bisa, eneg luar biasa,” ujar Susy. Namun Susy terus bertahan dan berjuang untuk mendapatkan kesembuhannya. Setiap kali keinginan untuk kembali menggunakan morfin begitu kuat, Susy langsung berlutut dan berdoa. Ia memohon dengan sungguh-sungguh agar dapat lepas dari ketergantungannya. Meskipun Susi tidak tahu bagaimana caranya, namun ia tahu Yesus sanggup menyembuhkannya.
Doa dan keteguhan hati itulah yang memampukan Susy bebas dari ketergantungan. Masa-masa itu bukan waktu yang singkat bagi Susy yntuk lepas dari ketergantungan morfin dan alkohol. Namun pengalaman itu tetap menjadi suatu pelajaran yang berharga bagi mereka.
“Saya berani mengatakan ia sudah pulih dan ia sangat cinta sama Tuhan. Susy bisa seperti ini karena anugerah Tuhan, bukan karena saya suaminya yang selalu mengawasi dia, mengajar dia secara keras, tapi sungguh ini merupakan pertolongan Tuhan,” ungkap Cecep.
“Karena berdoa saya bisa berhenti. Dan sampai tiba waktunya Natalan, saat itulah saya benar-benar stop total dalam menggunakan morfin. Saat itulah saya sadar bahwa Tuhan Yesus itu baik,” ujar Susy menutup kesaksiannya.
Tak cukup sampai di situ, berkat bantuan tim Solusi, Susy dapat bertemu dan berkumpul kembali dengan kakaknya Jeany. Simak kisah lengkapnya melalui video di bawah ini.
Sumber Kesaksian: Susy Greta
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Other Articles
Teaching

Roh Kudus, Karunia Terbesar Dari Tuhan
Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu ? (I Korintus 3:16)Precious Minutes
Video Teachings by :
Special Teaching
Written by :

TV Programs

Apakah kematian lebih baik dari sebuah kehilangan ?
Senin, pk. 24.30 WIB di SCTV

Narkoba nyaris hancurkan karirku sebagai artis
Senin-Jumat, pk. 23.00 WIB di O Channel
Senin-Jumat, pk. 07.30 WIB di Family Channel
Rabu, pk. 21.30 WIB di Jogjakarta TV
Senin-jumat pkl 08.00 wib dan 20.wib di Life Channel

Anak rocker terkenal terjebak narkoba
Jumat, pk. 24.30 WIB di MNC TV
Sabtu, 21.00 WIB di U Channel

Usaha Dan Kerja keras Berbuah Prestasi










COMMENTS
COUNSELLING
* Lase
2012-01-18 09:56:19Saya teringat sekitar 3 tahun yang lalu, kisah dari artikel diatas hampir sama dengan yang saya alami, tapi berkat Tuhan saya telah bebes dari ketergantungan obat terlarang. Dimana titik balik keluar dari ketergantungan obat adalah seorang teman mengalami over dosis tapi berkat Tuhan hidupnya masih bisa diselamatkan.
* Margaretha Reny Tri Wuryanti
2012-01-18 07:53:45Tidak ada yang Mustahil bagi Tuhan Yesus asal kita percaya dan sabar untuk menjalani hidup ini karna hidup ini Anugrah paling Indah yg Tuhan berikan untuk kita ... Tetap lah percaya dan berharap pada Yesus sang Juru Selamat Kita.GBU
* LYDIA CHEVAIS HARMUSIAL
2012-01-18 01:30:10KUASA TUHAN LUARBIASA GBU
* Kevin
2012-01-17 23:02:50Sungguh dahsyat dan ajaib kuasa Tuhan ... Waktunya juga tepat dan tidak pernah terlambat. VISI & MISI "SOLUSI" kiranya diberkati Tuhan. Amin.
* Han Lee
2011-12-30 11:30:40Luar Biasa...Jesus memang luar Biasa!!!!.Tuhan memberkati keluarga ini...