JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Recharge Your Soul

Memerintah Dengan Ketaatan

THURSDAY, 07 APRIL 2011

Total View : 2123 times

Pada abad kesebelas, Raja Henry III dari Bavaria mulai jenuh dengan kehidupan di istana dan tekanan-tekanan sebagai seorang raja. Ia akhirnya melamar kepada Pryor Richard di sebuah biara lokal dan meminta agar dirinya diterima sebagai anggota biara tersebut. Raja Henry ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan menjadi seorang biarawan.

“Ya, Raja,” kata Pryor Richard, “Apakah Anda memahami bahwa Anda harus berjanji untuk taat di sini? Itu akan sulit bagi Anda karena Anda adalah seorang raja.”

“Saya paham,” jawab Raja Henry. “Sisa hidup saya, saya akan taat kepada Anda, sebagaimana Kristus memimpin Anda.”

“Kalau demikian saya akan memberitahukan kepada Anda apa yang harus Anda lakukan,” kata Pryor Richard. “Kembalilah ke tahta Anda dan layanilah dengan setia dimana Allah telah menempatkan Anda.”

Ketika akhirnya Raja Henry III menutup usia, suatu pernyataan ditulis: “Raja telah belajar untuk berkuasa melalui ketaatan.”

Seberapa sering kita seperti Raja Henry III ini ketika menghadapi kejenuhan dan tekanan hidup, baik di pelayanan ataupun di tempat kerja? Kita ingin lari meninggalkan tekanan itu, atau mencari suasana baru yang bisa menyegarkan kita. Kita hanya mencari apa yang menyenangkan hati kita, namun kita jarang bertanya apakah yang Tuhan mau. Pada hal, kemungkinan besar Tuhan ingin kita tetap menjalankan tugas kita sebaik mungkin dimana Ia telah menempatkan kita.

Dari kisah di atas, mari kita belajar untuk menjalankan tanggung jawab kita dengan penuh ketaatan. Ada waktunya ketika kejenuhan itu akhirnya berlalu, dan kita melihat bagaimana indahnya rencana Tuhan di genapi dengan apa yang kita kerjakan.

Sumber : Disadur dari: Dibangunkan Terhadap Takdir; Terry Crist; Immanuel Publishing


CBN renungan mobile
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Pertama kali mengikuti Doa PertobatanPemulihan
Nama Lengkap :
Email

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment

  • * ann

    2011-04-13 17:06:49
    Tuhan beri aku kepekaan lebih lagi,terutama ktk aku sdg jenuh dan bosan dng rutinitas harianku.jng biarkan aku melarikan diri dng hal2 yg tdk Kau ingini.ajar aku setia dng apa yg Kau percayakan kepadaku .amin.
  • * n@s

    2011-04-12 01:32:59
    Sangat tepat. Rasa jenuh jika sedang datang menyergap, membuat seseorang ingin berlari keluar dari "panggilan". Jika sudah demikian adanya, secara pribadi saya kadang bertanya pada diri sendiri "sebenarnya apa yang ingin kamu cari???". Dengan melakukan permenungan, maka suara hati biasanya akan mengalahkan sikap egois itu. Namun jatuh bangun dalam melawan godaan pastinya membuat setiap orang "babak belur" dan sangat melelahkan. Yachhhhh itulah kehidupan..... yang sepanjang peziarahan memang harus berani melawan ketidak benaran dan harus tetap setia pada panggilan. Tidak mudah memang, tetapi Tuhan pasti buka jalan. Saya percaya......
  • * SF10252

    2011-04-08 19:34:31
    Trimkasih BApa di dlm surga u/article ini yg sdh menegur&mnyadarkn; ak u/taat&setia; srta brtanggungjwb atas sgla yg sdh Tuhan brikn&anugrahkn; d dlm hdpku,baik rumahtangga&sbgai; ibu Rt.ampunin klau ak trkdg suka jenuh,bosan.