Recharge Your Soul

Pria Dan Perkataannya

THURSDAY, 09 AUGUST 2007

Total View : 7075 times

Kita hidup di zaman di mana kata-kata tidak bermakna sama seperti dulu. Namun bahasa kita telah dicemari begitu lama sehingga kita bahkan tidak menyadarinya. Apa yang dulu disebut ‘membunuh janin' sekarang disebut ‘pilihan'. Apa yang dulu dikenal sebagai ‘hidup dalam dosa' sekarang disebut ‘hubungan penuh arti'. Apa yang dulu disebut ‘hubungan seksual' sekarang disebut ‘sikap tidak pantas'.

Bagaimana mungkin kita menjadi sekacau ini? Kapan kita mulai membalikkan makna kata-kata?

Kita perlu menegaskan kembali makna sesungguhnya dari kata-kata karena kata-kata memang bermakna sesuatu. Pemantangan nafsu seharusnya tidak menjadi frase yang menyebabkan para remaja yang senang mengunyah permen karet menyeringai. Kesetiaan dalam pernikahan seharusnya tidak dianggap kata peninggalan zaman Victoria - justru seharusnya itu dijunjung tinggi sebagai tujuan yang luhur.

Pikirkan saja: Kalau para politisi bisa dikelilingi oleh para jubir politik, kenapa kita tidak bisa dikelilingi Firman TUHAN? Saya mendapati dengan kita terus-menerus membaca Amsal, itu merupakan cara yang dahsyat untuk tetap berpegangan pada makna yang sesungguhnya dari kata-kata. Apa yang lebih terus terang dan tepat sasaran ketimbang menyimak apa yang ingin Allah katakan? Perhatikan contoh-contoh ini:

  • Harga diri, nafsu dan tindakan jahat adalah dosa.
  • Pria bijak menabung demi masa depannya, tetapi pria bodoh menghabiskan semua penghasilannya.
  • Seorang pria dinilai dari tindakannya. Seorang pria jahat menjalani hidup yang jahat; seorang pria saleh menjalani hidup saleh.
  • TUHAN benci berbagai macam penipuan dan ketidakjujuran.

Ini adalah pernyataan-pernyataan langsung, bukan? Tidak ada dalih dan tidak ada pembalikan makna. Kapan pun Anda merasa dunia telah mencemari makna sederhana dari kata-kata, berpalinglah kembali pada firmanNya yang nyata. Kita bisa percaya diri bahwa ketika Alkitab memberitahu kita bahwa TUHAN tetap sama baik kemarin, hari ini, dan besok, itu artinya IA tak pernah berubah. Dia sudah menjanjikan itu pada kita.

  • Allah Bapa tidak suka bertele-tele.
  • Bapa tidak bermain-main dengan kata-kata.
  • Bapa tidak membolak-balik kata untuk mengubah artinya.
  • Saat Bapa berkata Ia mengasihimu, IA bersungguh-sungguh.
  • Saat Allah Bapa berkata IA sudah mengampunimu, IA pun bersungguh-sungguh.
  • TUHAN berbicara dengan terus terang.
  • Dan sebaiknya para pria saleh pun bersikap begitu.
Sumber : jawaban.com

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Pertama kali mengikuti Doa PertobatanPemulihan
Nama Lengkap :
Email

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment

  • * tom

    2010-04-18 15:11:27
    Yes.yes.yes.seharusnya begitu menjadi Pria.
  • * Amien

    2009-05-19 09:59:00
    SEPERI KRISTUS DENGAN FIRMAN-NYA, DEMIKIANLAH PRIA DENGAN PERKATAANNYA...123...YESS!!!
  • * anthonio1919

    2009-02-03 17:36:25
    Ada KUASA dalam PERKATAAN...thanks Jesus
  • * venny

    2008-07-16 20:37:35
    siip,baik pria maupun wanita, jaga kita pun perkataan sebab ada pertanggungjawaban atas semua perkataan yg pernah terucapkan
  • * kanida

    2008-07-09 09:14:00
    yup, kalau semua keluarga kriste dipimpin oleh seorang pria sejati, maka byk lah keluarga2 yg membawa dampak bg bangsa