JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Teaching

Merespon Dengan Benar

THURSDAY, 21 JUNE 2012

Total View : 3084 times

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yakobus 1:19)

Apa yang terlintas di pikiran Anda pada saat membaca atau mendengar seseorang mengutip ayat diatas? Kesabaran kah, pengendalian diri kah atau apa? Pasti banyak jawaban yang bisa Anda berikan disini. Namun, jika boleh untuk meringkas dari sebagian besar apa yang Anda katakan tersebut maka saya menyederhanakannya dengan satu kata, respon.

Perihal respon pasti sudah pernah Anda dengar bahkan pelajari bertahun-tahun lamanya. Bukan hanya kekristenan, dunia sekuler (jika boleh saya memakai istilah ini) pun suka sekali membahasnya. Namun begitu, jika melihat fakta yang ada, kebanyakan orang lebih sering mempraktikan respon yang salahnya, daripada yang benarnya.

Sebagai contoh saja, keadaan Papua yang sekarang sedang menjadi pembicaraan dalam dan luar negeri. Tidak sedikit kita yang menanggapi keadaan disana dengan memberikan pendapat "lebih baik merdeka saja lah Papua dari Indonesia" atau "saya setuju Papua pisah dari NKRI" dan kalimat-kalimat yang kurang lebih sama seperti ini intinya.

Hal ini tentu menyedihkan karena dengan jelas sebagai anak-anak Tuhan, kita didorong untuk meresponi segala sesuatu dengan benar. Mengapa harus ada kata benar setelah kata respon? karena respon kita menentukan hasil yang kita dapatkan / apa yang terjadi nantinya.

Oleh sebab itu, bukanlah sebuah yang mengada-ada jika Rasul Yakobus di dalam suratnya kepada kedua belas suku Israel di perantuan menulis : Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yakobus 1:19).

Rasul Yakobus menyadari bahwa sikap yang kita tunjukkan ketika menanggapi stimulus dari luar diri kita akan berdampak kepada realitas yang akan kita lihat, dengar, rasakan, dan alami.

Jadi, bila Anda mengharapkan sesuatu yang baik terjadi di dalam pekerjaan, lingkungan sekitar, bahkan bangsa Anda, meresponlah dengan benar segala sesuatu yang ada di depan Anda !

Sebagai penutup, berikut saya berikan 3 langkah sederhana yang bisa Anda lakukan sebagai latihan merespon dengan benar :

1. Buka telinga, mata terhadap apa yang sedang terjadi di sekitar

2. Tahanlah untuk berkata-kata dengan segera walau diri Anda menginginkan untuk berbicara saat itu juga.

3. Cobalah untuk tetap tenang dalam segala kondisi

Memang tidak mudah untuk mempraktikannya, tetapi Anda memiliki Roh Kudus. Mintalah tuntunan dari-Nya. Kalau pun gagal di hari ini, teruslah mencoba karena ketekunan Anda akan membuat Anda berhasil menjadi pribadi yang selalu merespon dengan benar. Selamat mencoba, Tuhan Yesus memberkati !

Baca juga :

Konflik Buat Anda dan Pasangan Makin Dewasa 

Kopdar Photo Hunting

10.000 Reasons (Bless The Lord)

Tag Keyword : respon, Yakobus, sikap, papua, hasil

Jawaban.com
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Pertama kali mengikuti Doa PertobatanPemulihan
Nama Lengkap :
Email

COMMENTS

Konseling

COUNSELLING

JCers, mari berbagi komentar yang positif & inspiratif, dan menangkan sebuah Tablet PC serta hadiah menarik lainnya! Caranya, jadilah "PROVOKATOR"! Untuk info lebih lengkap klik di sini
  • Untuk ikut dalam Lomba Komentar Positif, silahkan daftar menjadi member kami dengan klik link di sini
Nickname
Email
Comment
  • No comment yet


Teaching

Jangan Membunuh, Perintah Allah Ke-Enam (bag. II)

Jangan Membunuh, Perintah Allah Ke-Enam (bag. II)

Pdt. Dr. Stephen Tong | YK

Peta dan teladan merupakan alfa dan omega manusia. Peta adalah potensi diri sementara teladan merupakan tujuan. Peta (potensi) Allah menyebabkan tujuan hidupnya seperti Allah, meneladani Kristus.

PROGRAM TV

TV Programs

.: SOLUSI :.
StasiunLokasiHariJam Tayang
SCTVJakartaSenin24.30 WIB
SBO TVSurabayaKamis21.00 WIB
Life ChannelJakartaRabu03.00 & 20.00 WIB
Sabtu03.00 & 20.00 WIB
Family ChannelJakartaSabtu-Minggu09.00, 12.00, 20.00, 23.00 & 02.30 WIB
Jogja TVYogyakartaSenin21.30 WIB
Molucca TVMalukuSenin-Jumat21.00 WIT
GO TVManadoSenin & Kamis18.30 WITA
.: SOLUSI LIFE :.
StasiunLokasiHariJam Tayang
O-ChannelGreat JakartaRabu22.00 WIB
Kamis22.00 WIB
Jumat22.00 WIB
Life ChannelJakartaSenin03.00 & 20.00 WIB
Selasa03.00 & 20.00 WIB
Kamis03.00 & 20.00 WIB
Jumat03.00 & 20.00 WIB
Family ChannelJakartaSenin-Jumat10.30, 19.30, 02.00, 03.30, & 04.30 WIB
SBO TVSurabayaSelasa21.00 WIB
Minggu05.30 WIB
B ChannelJakartaSabtu07.30 WIB
Minggu07.30 WIB
U ChannelJakartaSelasa01.00, 04.30, 13.30, & 17.30 WIB
Rabu00.30, 06.30, 10.30, 14.30 & 23.30 WIB
.: OBAT MALAM :.
StasiunLokasiHariJam Tayang
TPIJakartaJumat24.30 WIB
MNC TVJakartaJumat24.30 WIB
U-ChannelJakartaKamis01.00 & 04.30 WIB
Jumat01.00, 03.30 & 23.30 WIB
GO TVManadoRabu & Sabtu23.30 WITA
.: SOLUSI SUNDA :.
StasiunLokasiHariJam Tayang
Bandung TVBandungSenin22.00 WIB