Teaching
Penundukan Diri Menaklukan Kemarahan

Related Articles
FRIDAY, 19 NOVEMBER 2010
Total View : 2635 times
Mengapa Anda marah?
“Berhentilah marah” demikian nasihat penulis kitab Mazmur 37:8. Alkitab memperingatkan kita tentang kemarahan. Dan banyak ayat di kitab Mazmur, dan khususnya Ratapan, menunjukkan cara bijak dalam menangani kemarahan. Namun sayangnya banyak orang Kristen saat ini hanya sedikit yang mengerti apa yang harus dilakukan untuk menangani kemarahannya.
Kemarahan adalah emosi yang juga diberikan oleh Tuhan. Kita merasa marah ketika keinginan kita tidak tercapai, ketika kita takut tidak bisa mendapatkan apa yang kita mau. Kemarahan itu seperti sakit kepala: itu adalah sebuah sinyal adanya sesuatu yang salah dan membutuhkan perhatian. Mungkin Anda tidak mengatakannya “tidak”kepada siapapun atau sesuatu yang sangat penting bagi Anda. Mungkin Anda merasa kelebihan bebasn dan tidak bisa mengungkapkan rasa penat Anda. Atau Anda merasa terluka dan membutuhkan perhatian.
Kita mungkin tidak dapat mengendalikan sikap kita, menjadi orang yang pasif atau sebaliknya agresif, atau mengubah kemarahan menjadi rasa bersalah. Atau kita mungkin hidup dalam kemarahan dan kebencian – mungkin kita merasa kemarahan kita melindungi kita dan memberi kita kekuatan. Tapi hidup dengan kemarahan itu seperti hidup dengan tubuh yang di gerogoti kanker (Hal tersebut merusak tubuh, jiwa dan juga hubungan kita). Hal ini akan muncul dalam sikap Anda, cara Anda berpakaian, tato, rokok, atau sesuatu yang agresif (sebagai contoh sewaktu mengemudi).
Kapan kemarahan itu dibenarkan?
Anda mungkin pernah mendengar ungkapan “kemarahan kudus” adalah sesuatu yang baik. Tetapi permasalahannya kapan kita merasa marah dan tetap merasa kudus atau benar! Dan kapan seseorang yang memarahi Anda dan merasa tetap kudus! Bagaimana kita bisa membenarkan diri dan beralasan tentang kemarahan kita!
Kapasitas untuk merasa marah adalah normal dan baik. Jadi penting bagi kita untuk belajar mendengarkan perasaan marah kita, menyampaikan kebenaran dengan kasih, dan mengampuni mereka yang menyerang kita (Efesus 4:26). Tapi jika Anda dibesarkan dalam sebuah keluarga yang penuh amarah dimana kemarahan secara verbal dengan mudah di lontarkan, maka Anda memerlukan bantuan khusus untuk menanganinya.
Dalam Mazmur 34 Daud membagikan sebuah doa yang indah yang dapat kita hafalkan. Daud juga menunjukkan bagaimana untuk tidak merasa tertekan dan mengeluh atau menjadi marah (dua sisi dari sebuah koin), tapi malah sebaliknya menundukkan diri kepada Gembala yang Baik dan menunggu Dia Mazmur 37:1-8:
Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.
Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
Penundukan kepada Allah menghilangkan kemarahan
“TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Mazmur 23:1) adalah salah doa penyerahan dan kepercayaan kepada Tuhan untuk segala penyediaannya. Atau doa yang Tuhan Yesus ajarkan, “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:10).
Menundukkan diri kepada Tuhan adalah menyerahkan hasil akhirnya sepenuhnya kepada Dia, mempercayai bahwa apa yang Ia telah tetapkan untuk hidup kita adalah sesuatu yang baik dan Dia telah menanggung sebuah hal buruk yang mungkin kita alami. Mari praktekkanlah penundukan diri atas keinginan kita kepada Allah pencipta langit dan bumi – belajar merasa sukacita karena tahu bahwa Allah saja sudah lebih dari cukup untuk Anda – maka bersama dengan berjalannya waktu maka kemarahan itu akan menjauh dari Anda. (By : Bill Gaultiere, Ph.D. & Kristi Gaultiere, Psy.D)
View writer's profile
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Other Articles
Teaching

Roh Kudus, Karunia Terbesar Dari Tuhan
Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu ? (I Korintus 3:16)Precious Minutes
Video Teachings by :
Special Teaching
Written by :

TV Programs

Apakah kematian lebih baik dari sebuah kehilangan ?
Senin, pk. 24.30 WIB di SCTV

Narkoba nyaris hancurkan karirku sebagai artis
Senin-Jumat, pk. 23.00 WIB di O Channel
Senin-Jumat, pk. 07.30 WIB di Family Channel
Rabu, pk. 21.30 WIB di Jogjakarta TV
Senin-jumat pkl 08.00 wib dan 20.wib di Life Channel

Anak rocker terkenal terjebak narkoba
Jumat, pk. 24.30 WIB di MNC TV
Sabtu, 21.00 WIB di U Channel

Usaha Dan Kerja keras Berbuah Prestasi










COMMENTS
COUNSELLING
* dezy
2010-11-24 08:10:45saat ku tak mengerti mengapa aku harus marah, pdhl aku mengenal kasih mu untuk lemah lembut dan sabar, saat itu aku merasa bersalah dan menyesal mengapa aku marah.. i give my anger to You God, i surrender and humble bow down with pray
* viyya
2010-11-23 12:14:00aku menitiskan airmata saat membaca artikel ini kerana baru sebentar tadi aku merasa marah sehingga bahuku terasa amat berat, jiwaku sangat letih. terima kasih atas artikel ini
* Daj
2010-11-22 02:44:03Bener sekali,kemarahan dapat menjauhkan kita dari juru selamat kita yaitu Tuhan Yesus,saya sudah mengalami kemarahan yang berlebihan sehingga yang saya rasakan kehampaan da kekosongan dan juga semakin terpuruk.Hari ini saya ingin belajar dan berjuang tuk menjauhakan amarah saya yang meledak2.Bantulah dan ajarilah kami Bapa di Surga agar kamu selalu mengutamakan DIRIMU....amin
* Akkso
2010-11-22 02:35:42huhuhuhuhuhu T.T thx telah diingatkan.. hari ini ga tau knp emosi lagi labil.. jadi pgen marah2... fiuuuhhh.... yes! Thx God! Gbu all
* Lydz
2010-11-21 04:35:16curahkan roh kudus dan roh kebijaksanaan agar aq lebih mampu utk semakin mengalahkan dosa2 qu, memperbaiki kesalahan qu. KasihMu Tuhan yg mampu mengubahkan aq.. thanks Lord.