Teaching
Fokus ke Tuhan Agar Hidup Tidak Terhalang 'Ishak'

Related Articles
FRIDAY, 06 AUGUST 2010
Total View : 2422 times
Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." (Kej 22:2). Firman yang berikut ini sudah begitu seringkali kita dengar dan dikhotbahkan dalam berbagai acara. Firman ini sarat dengan pengorbanan dan ketaatan Abraham terhadap perintah Tuhan, dia mau mengorbankan anaknya sendiri yang diminta Tuhan.
Sebelumnya, mari kita lihat sifat Abraham. Pada waktu itu, Tuhan memanggil Abraham untuk keluar dari tempat tinggal ayah ibunya dan pergi ke tanah yang akan Tuhan berikan padanya. Abraham taat pergi mengikuti kata Tuhan. Mungkin kalau dalam keadaan sekarang, kita bisa dianggap gila karena mengikuti begitu saja tanpa tahu kemana tujuan yang pasti, apa yang harus dilakukan. Tapi Abraham taat.
Kemudian, di lain cerita dikatakan Abraham dan Lot mempunyai banyak harta sehingga tempat mereka tinggal tidak dapat lagi menampung mereka. Mereka pun kemudian mencari tempat tinggal baru. Pada saat menemukan tempat tersebut, Abraham yang saat itu masih bernama Abram, berkata kepada Lot agar Lot yang menentukan kemana dia mau melangkah lebih dahulu. Jika Lot memilih ke timur, maka Abram ke barat.
Abraham yang merupakan paman dari Lot, yang ditentukan Tuhan sebagai penerima berkat dan disertai Tuhan, mau menyerahkan keputusan tersebut ke tangan Lot. Dan seperti yang kita ketahui, Lot memilih bagian timur, bagian yang paling subur. Lot mungkin tidak peduli bahwa pada saat itu, Abraham yang merupakan pamannya mendapatkan tempat yang kurang subur. Saat Lot sudah berpisah dengan Abraham, apa yang terjadi kemudian?
Tuhan katakan kepada Abraham, “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.” (Kej 13:14-15).
Tuhan memberikan semua tempat yang dipandang oleh Abraham saat itu kepadanya, dari segala sisi termasuk sisi timur, tanah pilihan Lot, diberikan Tuhan kepada Abraham. Semuanya hanya karena satu, Abraham rendah hati dan taat mengikuti perintah Tuhan.
Mari kita bawa situasi Abraham ketika diminta Tuhan untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban ke dalam kehidupan kita. Sudah puluhan tahun kita tidak punya anak dan keturunan. Ketika lahir, anak kita diminta. Mungkin sebagai seorang kepala rumah tangga, sang suami mungkin akan berkonsultasi dengan istrinya, apa yang harus dilakukan. Tapi di Alkitab tidak disebutkan, jadi kemungkinan Abraham tidak berkonsultasi dengan Sara tapi dengan penuh keteguhan hati dia siap menyerahkan Ishak kepada Tuhan.
Apa yang membuatnya seperti itu? FOKUS. Dia memfokuskan dirinya kepada Sang Pencipta, yang memberikan kepadanya Ishak. Abraham tahu bahwa Tuhanlah yang memberikan Ishak kepadanya jadi Tuhan berhak atas apa saja. Apakah menurut Anda sementara Abraham mempersiapkan Ishak menjadi korban, domba yang telah disediakan Allah sudah ada atau belum? Kemungkinan, domba itu sudah ada walaupun memang Alkitab tidak menyebutkan hal itu.
Domba pengganti Ishak sudah ada tapi Abraham tidak memandang sekeliling, dia hanya fokus kepada Penciptanya dan tujuannya datang ke sana. Saat fokus kita hanya kepada Tuhan, maka sebenarnya Dia sudah menyiapkan semuanya untuk kita
Itulah yang menjadi masalah kita pada umumnya sebagai umat Tuhan. Fokus. Kemanakah fokus Anda? Apakah ada ‘Ishak-Ishak’ yang menghalangi Anda untuk menyembah, melakukan perintah, menaati, memperhatikan, dan mengutamakan Tuhan? Siapakah ‘Ishak’ ada di dalam diri Anda? Apa ‘Ishak’ itu dalam diri Anda? ‘Ishak-Ishak’ itu dapat menghalangi Anda untuk dekat Tuhan. Anda akan lebih memperhatikan, entah itu kekayaan, kehormatan, kedudukan, keuangan, kesehatan, anak-anak Anda, ataupun hal berharga lainnya bagi Anda daripada Tuhan itu sendiri, sumber segalanya.
View writer's profile
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Other Articles
Teaching











COMMENTS
COUNSELLING
* janto_tjandra
2010-08-13 08:49:29Tuhan terima kasih atas semua yg Kau berikan kpd saya selama sy masih ada didunia ini biarlah apa yang ada didalam hidup sy tidak menghalangi hidup sy kepada Engkau dan makin melekat dan fokus selalu bersamaMU selamanya Amin.
* Nitha
2010-08-09 01:00:02Thx Tuhan Yesus u.setiap jawaban lewat artikel ini mengingatkan sy u.ttp FOKUS pd Tuhan. Amin
* louise
2010-08-09 05:43:27seandainya setiap org kristen memiliki fokus yg sama yaitu kepada Tuhan, maka tidaklah sulit untuk menjangkau jiwa dengan Injil sampai ke ujung bumi untuk mempercepat kedatangan Tuhan, tapi sayang tidak semua org percaya mau berfokus kepada Tuhan. doa saya : setiap yg membaca artikel di atas dpt kembali fokus kpd Tuhan Yesus.
* yohana
2010-08-07 10:59:55Terpujilah ALLAH BAPA di tempat MAHA TINGGI,yang pikiran2NYA tidak pernah terselami.Hidup berjalan dalam iman seperti itu didalamnya ada ketaatan total dan memang tidak mudah menjalani. Tapi karena iman itu sendiri adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.Kita tidak punya pilihan lain dalam hidup ini selain hanya percaya saja,bahwa Allah BAPA kita pasti menggenapi semua janji2NYA tanpa terkecuali. TERPUJILAH NAMA YESUS KRISTUS selama-lamanya.AMIN