Special Teaching
Cara Mengatasi Perselisihan Secara Alkitabiah

Related Articles
No related articles yet
SUNDAY, 04 JULY 2010
Total View : 2730 times
Salah satu pergumulan yang sering dihadapi adalah perselisihan.
Eph. 4:1-3 (NLT) “Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera”
Damai = Lawan dari pertengkaran/perselisihan.
Konflik bisa saja terjadi, apakah itu mengenai masalah theologia,hal-hal praktis, masalah politik, masalah kebudayaan, atau selera pribadi.
Waktu konflik terjadi dalam kehidupan Saudara, apa yang akan Saudara lakukan? Karena bagaimana cara kita dalam menangani konflik yang menentukan level kedewasaan rohani kita.
Kita perlu belajar berjalan dalam kasih waktu kita menangani konflik. Kasih artinya:
1. Kita harus punya sikap yang benar.
Artinya : kita harus merendahkan diri kita seperti seorang anak kecil.
2. Kita harus melakukan pendekatan terhadap konflik dengan rendah hati.
Rendah hati artinya menurunkan. Dan itu adalah lawan dari apa yang daging kita inginkan waktu kita menghadapi konflik.
3. Kita harus melakukan pendekatan yang tepat.
Yesus memberikan empat langkah sederhana untuk mengatasi konflik.
Kadang kita membuatnya menjadi rumit, sementara Yesus sebenarnya mengajarkan sesuatu yang SEDERHANA.
EMPAT LANGKAH MENYELESAIKAN KONFLIK
Langkah #1: Bicara empat mata dengan orang yang terlibat konflik.
E. Stanley Jones mengatakan dalam Reader’s Digest (Dec. 1981): Seekor ular rattlesnake kalau disudutkan kadang jadi begitu marah sehingga dia akan menggigit dirinya sendiri. Kalau kita memendam kebencian dan kemarahan pada orang lain, sebenarnya kita melakukan hal yang sama – kita menggigit diri kita sendiri.
Beberapa arahan untuk pembicaraan secara pribadi:
Segera lakukan. Jangan tunda penyelesaian konflik.
Berhadapan muka. Yesus berkata, “tegorlah dia di bawah empat mata.” Jangan menulis email, jangan cuman pakai telepon, jangan pakai surat atau catatan, dan yang paling penting jangan menulis di “blog” tanpa
Perkuat hubungan. Biarlah orang tsb tahu bahwa yang Saudara inginkan adalah menyelesaikan konflik, bukan mencari kesalahan.
Lakukan penelitian, bukan tuduhan. Artinya menangani hal yang telah terjadi, bukan tunjuk jari menyerang karakter mereka.Pakai pernyataan menggunakan kata “Saya” dari pada “kamu.”
Dapatkan faktanya. Setelah Saudara melakukan penelitian, ijinkan orang tsb memberikan respon.
Miliki suatu pemikiran. Point-nya adalah memulihkan kepercayaan dan keharmonisan.
Langkah #2: Bawa Saksi bersama Saudara.
Motif saksi ini tujuannya sama : supaya ada rekonsiliasi.
Langkah #3: Bawa Masalahnya kepada kepemimpinan di gereja.(1 Kor. 6:1-8)
Langkah #4: Kalau semua langkah di atas gagal, putuskan hubungan. (Roma 12:17-20)
Ada kisah tentang Leonardo da Vinci, waktu dia sementara melukis Last Supper, dia melukis Yudas dengan wajah orang yang sementara marahan dengan dia. Tetapi dia tidak bisa menggambar muka Yesus sampai dia akhirnya dia mengganti lukisan wajah Yudas.
Ingat doa Bapa Kami : “ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.”
Konflik pasti terjadi, bahkan di gereja sekalipun. Tetapi yang terpenting adalah apa yang akan kita lakukan pada waktu hal itu terjadi? Kita harus awali dengan berjalan dalam kerendahan hati.
View writer's profile
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Other Articles
Teaching








COMMENTS
COUNSELLING
* hesty
2010-10-07 03:12:07sy mengalami konflik dgn tunangan sy,diajak ngomong 4 mata,ga bisa krna sy dijkrt dia skrg dipapua,lwt telpon ktnya jangan,kebetulan om nya jd hamba TUhan digereja tunangan saya,sy mau konseling ke om nya tunagan saya,tp om nya ga mau alsanya malu sama teman2nya,tapi saya tdk mau putuskan hubungan kami,hati saya jg tidak damaikl putuskan hub ini mengingat kami sdh 7 thn,dan sudah terlanjur berbuat dosa.kok artikel ini rasanya ga ada solusi baiknya buat saya??
* Mx
2010-07-14 04:49:43Maaf, saya bingung, pada langkah ke 4 diatas, bagian mana dari roma 12:17-20 tsb yang mengatakan "putuskan hubungan". Kemudian apakah memutuskan hubungan itu alkitabiah??? Kalau begitu perceraian jg di perbolehkan dong?
* LS
2010-07-11 08:46:54saya punya teman gsm & dia pernah bentrok dgn bbrp teman pelayanannya. sumber masalahnya menurut saya sepele & kesalahan jelas terletak pd teman2 pelayanannya (bukan krn saya sahabatnya saya bilang begitu tapi saya sgt mengenal sahabat saya)yang lebih memperparah kondisi konflik adalah tdk adanya hamba Tuhan yg melerai/mendamaikan tp malah ikut berpihak pd "lawan" teman saya itu krn faktor kedekatan hamba Tuhan tsb dgn pihak yg berkonflik dgn teman saya pdhl hamba Tuhan itu membina sm. Tp puji Tuhan teman saya sdh bisa mengampuni semuanya (saya sgt tahu & salut dgn perjuangan beratnya untuk bisa mengampuni & melupakan semua kejadian2 buruk tsb)
* kc
2010-07-05 12:46:55setuju dengan uraian artikel diatas tetapi bagaimana bila konflik yang terjadi justru ditimbulkan oleh pemimpin gereja yang konflik dengan jemaat?
* dj
2010-07-04 08:41:30perselisihan tdk akn terselesaikan dg damai jika qt sendiri blm bs mengalahkan EGO qt.