Special Teaching
Pembaruan Budi

Related Articles
SUNDAY, 27 JUNE 2010
Total View : 2104 times
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. ~ Roma 12:2
Alkitab memerintahkan kita untuk “membaharui budi” atau “mengubah pola pikir kita.” Mengapa hal ini penting sekali? John Naisbitt –penulis “Megatrend” yang laku 9 juta copies- dalam buku barunya “MIND SET!” mengatakan bahwa pola pikir itu bagaikan tanah di mana hujan turun dan tanaman yang tumbuh berbeda-beda tergantung pada pola pikir kita.
Jadi “pola pikir” kita akan menentukan hasil yang berbeda yang akan kita terima dalam kehidupan kita. Orang bisa memiliki latar belakang yang sama, sekolah yang sama, tinggal di kota yang sama tetapi mengalami kehidupan yang sama sekali berbeda….semuanya tergantung pola pikir mereka!
Apakah yang perlu kita tanamkan dalam pikiran kita?
1. Berpikir KEMUNGKINAN
Matius 19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
Mark 9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
Kalau Saudara bisa percaya, maka segala hal mungkin bagi orang yang percaya!
2. Tetapkan PRIORITAS
Mat 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Stephen Covey : “First Things First.” –dahulukan yang utama!
3. Membuat PERENCANAAN
Amsal 13:16
Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan. TLB “A wise man or woman thinks ahead, a fools doesn’t and even brag about it!
Jadi orang bijak buat perencanaan. Dalam menetapkan perencanaan, Dr Edwin Luis Cole : Plan globally but act locally. Apa artinya? Waktu Saudara buat perencanaan, jangan hanya memikirkan apa yang bisa Saudara capai dari perencanaan Saudara : saudara jadi kaya, terkenal; keluarga Saudara jadi makmur dan berkelimpahan. Tetapi coba perluas jangkauan pemikiran Saudara.
View writer's profile
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Other Articles
Teaching











COMMENTS
COUNSELLING
* ma Kevin
2010-06-30 08:27:09Setuju!!! Kalo saya bisa tambahkan, pikiran dan reaksi kita yang menentukan apa yang akan terjadi di masa depan kita. Ilustrasinya begini, ketika ada seorang pengusaha yang sudah menghabiskan semua uangnya untuk modal usahanya. Sekarang dia tinggal menunggu biro jasa usahanya tersebut dikenal dan dipakai orang banyak, namun penantiannya cukup lama. Si pengusaha sangat berpikiran positif, dalam hatinya ia berkata "inilah saatnya aku menanti dan mempersiapkan diri semakin mantap, sebab jika kelak usahanya sudah banyak orderan, maka dia dapat merespons dgn baik dan meraih keuntungan besar. Dan benar, saat tiba waktunya dia meraih keuntungan yg luar biasa. Hasilnya akan sangat jauh berbeda apabila dia dalam masa penantiannya yang panjang tersebut menjadi putus asa dan bermalas-malasan.