Ask The Expert
Parenting
Selalu Ribut Dengan Anak
View :978 clicks
Nama : Bianca Umur : 30 Profesi : Ibu Rumah Tangga Kota : Bandung
Pertanyaan :
Saya mempunyai seorang anak perempuan usia 12 tahun. Saya merasa sedih karena setiap hari selalu bertengkar dengan dia, karena menurut saya dia tidak pernah mendengarkan perkataan saya. Oh ya, anak saya punya masalah dengan pelajaran. Bagaimanapun dia belajar, hasil yang diperoleh benar-benar membuat saya stres. Untuk mendapatkan nilai 6 rasanya sulit, padahal menurut hasil tes IQ, IQ-nya di atas rata-rata anak normal. Saya sudah beri dia terapi tapi tidak juga menunjukkan hasil, belum lagi sampai sekarang kalau malam hari tidak kami bangunkan dia masih ngompol. Rasanya saya menjadi orangtua yang tidak berguna sekali. Apakah semua yang terjadi sekarang karena semasa kecil saya tidak mengasuhnya? (sejak lahir sampai usia 8 tahun dia dititipkan kepada neneknya, karena saya bekerja, malam baru bersama saya). Hal apa lagi yang harus saya lakukan agar semua menjadi lebih baik? Terima kasih.
Jawaban:
Ibu Bianca,
Ijinkan saya memilah-milah untuk memahami apa yang sedang ibu alami saat ini:
1. Ibu sedang menghadapi remaja yang suka membangkang. Ini wajar. Hampir setiap remaja akan mengalami pergumulan dengan orangtua mereka. Mereka ditarik oleh dua buah keinginan yang berbeda, menyenangkan dan taat kepada orangtua atau menikmati kebebasan dan kemandirian. Banyak orangtua dan anak remaja mereka yang tidak mulus melewati periode ini. Tapi setelah dilewati, percayalah, Anda akan mendapatkan kembali anak Anda yang ‘hilang’.
2. Anak Anda yang memiliki nilai rendah padahal IQ-nya di atas rata-rata. Hal ini bisa disebabkan oleh dua faktor. Pertama anak Anda punya masalah belajar yang banyak dialami oleh anak-anak yang sangat berbakat. Mereka tidak cocok dengan cara belajar konvensional di sekolah-sekolah kita, mudah bosan sehingga memiliki ‘low performance’. Biasanya mereka akan memiliki ‘high performance’ untuk bidang yang mereka sukai.
Kedua, bisa jadi Anda punya ekpektasi yang terlalu tinggi baginya. Hal seperti ini akan memberikannya pressure, dan bereaksi secara negatif. Jadi bukannya mencapai ekpekatsi Anda justru kebalikannya. Biarkan anak ibu belajar dengan metode dan caranya dan jangan berikan beban atau ekpektasi dalam bidang akademis. Nilai yang tinggi bukan segalanya. Kebahagiaan anak dan potensi anak yang berkembang itu jauh lebih penting. Ajarkan dia untuk selalu melakukan yang terbaik. Tanamkanlah padanya, “Do your best and God will do the rest”.
3. Masalah anak yang masih mengompol pada usia 12, tolong di cek ke psikolog. Mungkin anak Anda sedang mengalami stress atau tekanan berat.
4. Karena Anda banyak kali tidak bersama dengan dia 8 tahun pertama hidupnya, ia telah melewati waktu-waktu penting sendiri. Untuk itu dia butuh penyesuaian. Berilah dia waktu. Berilah dia kasih sayang dan perhatian yang tidak Anda berikan sebelumnya. Jangan menuntutnya untuk melakukan semua yang Anda inginkan. Dan jangan membuat perubahan drastis dalam hidupnya secara tiba-tiba tapi perlahan-lahan bawalah dia untuk mengerti pola asuh yang Anda anut. Bisa jadi, masalah mengompol ada hubungannya dengan hubungannya dengan orangtua.
No comment yet


COMMENTS
COUNSELLING