JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Parenting

Anak Berulah

View :845 clicks


Nama : Christine
Umur : 28
Profesi : Karyawati
Kota : Jakarta

Pertanyaan:

Shalom, saya ibu 2 anak. Yang pertama 4 tahun, yang kedua 5 bulan. Sejak anak saya yang kedua lahir, anak saya yang pertama sangat berulah, bahkan saya sampai tidak tahan dan stres sekali menghadapi dia. Dia sangat suka melawan dan sama sekali tidak bisa dibilangin. Saya sering sekali memukulnya, bahkan hampir tiap hari. Saya sangat sedih sekali selalu bersikap kasar ke dia. Saya minta sarannya harus bagaimana menghadapi anak saya. Terima kasih. Gbu.

Jawaban:

Dear Ibu Christine,

Saya melihat ibu memiliki dua masalah saat ini. Pertama stress menghadapi ulah si sulung yang sedang cenmburu dan kedua, stress menghadapi bayi yang belum lama lahir. Memang kesulitan merawat dua anak kecil bukan dua kalinya merawat anak tunggal, tapi boleh dikata bekali-kali lipat. Karena dengan bertambah jumlah anak persoalan yang dihadapi orang tua pun makin kompleks.

Jelas bahwa si Sulung menuntut perhatian yang biasa diterimanya. Itu adalah haknya yang tiba-tiba harus dibagi dengan adiknya. Demikian juga adiknya berhak untuk mendapatkan penuh dari orang tua. Kalau ini tidak berjalan dengan seimbang kecemburuan si Sulung akan semakin bertambah dan sentimen ini bisa berkelanjutan sampai mereka besar.

Ada beberapa saran yang perlu ibu lakukan:

1. Jangan mengalihkan perhatian dari sulung ke adiknya secara drastis. Pelan-pelan persiapkan si sulung untuk kelahiran adiknya, bahkan jauh sebelum adiknya lahir.

2. Jangan menganggap si Sulung nakal, berulah atau beban pada saat ia sedang mencari perhatian. Anggaplah si Sulung sebagai seorang anak kecil yang sedang kehilangan sesuatu yang sangat berarti baginya, perhatian ibu.

3. Libatkan si Sulung dalam mengasuh adiknya. Misalnya membantu menyiapkan botol minuman, menemani adik tidur, atau mengatur tempat tidur adik.

4. Sediakan waktu yang berkualitas pada si Sulung pada saat si kecil tidak terlalu membutuhkan perhatian, misalnya waktu ia sedang tidur.

5. Ajak suami untuk ambil bagian, terutama dengan memberi waktu yang lebih bagi si Sulung.

6. Baik ibu maupun suami, cobalah untuk mengerjakan hal-hal baru yg belum pernah dilakukan sebelumnya bersama si sulung, misalnya ajak bermain di tempat bermain anak-anak, membeli mainan dan buku baru, bermain dan membaca buku bersama.


CBN renungan mobile

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment

  • No comment yet