(asianews) : Untuk pertama kalinya, pemerintah Jepang membuat terobosan baru dalam sejarah kekristenan dengan meminta UNESCO untuk melindungi situs-situs Kristen yang ada di negara itu.
Badan Administrasi Nagasaki dan Kumamoto pada Selasa lalu (29/1) mengirimkan proposal kepada Menteri Budaya, Hakubun Shimomura dan melampirkan 13 situs sebagai pertimbangan oleh UNESCO untuk dijadikan sebagai bagian dari warisan dunia.
Salah satu dari 13 situs itu adalah gereja Katedral Nagasaki Oura yang dibangun oleh misionaris Prancis dan dijadikan Jepang sebagai warisan nasional pada 1933. Melihat restorasi yang dilakukan Jepang, Paus Pius IX menganggap hal ini sebagai “Keajaiban Orientasi.” Nagasaki sendiri adalah awal masuknya penginjilan di Jepang dimana pada saat itu Kristiani menjalankan ibadahnya secara sembunyi/underground selama 250 tahun setelah shogun Tokugawa dilarang.
Meskipun sebagian besar warga Jepang dikenal sebagai penganut Shinto, mereka masih menghormati keragaman agama lain seperti upaya legalisasi situs Kristen oleh UNESCO.
Sumber : asianews.it/evaIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”