Tidak Menyesal Beli Rumah, Bijaklah Memilih Pengembang

THURSDAY, 26 AUGUST 2010

Total View : 1235 times


Tentunya jika Anda ingin berinvestasi dalam suatu bangunan atau pun tanah, Anda perlu cermat dalam memilih pengembang (developer) yang ada. Mereka menawarkan tipe rumah dalam bentuk cluster yang luas dan tipe yang beragam. Yang perlu Anda cermati adalah Anda harus mendapatkan pegnembang yang dapat dipercaya dan handal. Berikut ini beberapa tips dalam memilih pengembang :

- Pastikan pengembang tersebut memiliki ijin pembangunan

- Sebuah pengembang yang baik memiliki kerjasama dengan sebuah bank. Setiap kerjasama yang dilakukan bank terhadap pengembang, pihak bank biasanya telah memeriksa dan mengevaluasi secara keseluruhan seperti luas tanah, status tanah, peruntukan tanah, fasilitas sosial, dan sebagainya sehingga melalui hal ini, Anda secara tidak langsung dapat mempercayai pengembang tersebut.

-  Pengembang memiliki sertifikat induk

- Bersedia mengadakan perjanjian dengan pembeli

- Sejauh mana pengembang akan melakukan pengurusan Pajak Bumi Bangunan (PBB) serta Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap rumah KPR tersebut.

Jadi, saat Anda memilih pengembang yang sesuai, saatnya Anda menentukan tipe rumah atau pun luas bangunan yang sesuai dengan kemampuan Anda. Biasanya, pengembang itu sendiri sudah menentukan berapa batas yang bisa Anda bayar secara kredit dengan perhitungan jika gaji Anda sejumlah tertentu.

Misalnya saja, gaji Anda Rp 1 juta. Anda ingin membeli sebuah rumah. Ada sebuah rumah yang bertipe 22 / 60 artinya luas bangunan 22 m2 dan luas tanah seluas 60 m2. Tentunya jika Anda membeli secara tunai, maka uang Anda tidak akan cukup untuk membelinya. Karena itu, Anda ingin beli secara kredit.

Rumah tipe 22 / 60 itu, dibuat perhitungan oleh pengembang. Jika Anda ingin kredit rumah selama 5 tahun, Anda harus membayar 1 juta / bulan. Ini tentunya tidak cukup buat Anda karena gaji Anda akan habis terpakai dan tidak bisa digunakan untuk biaya hidup Anda. Kredit rumah selama 10 tahun, Anda harus membayar Rp 500 ribu / bulan. Di tahap ini, Anda mungkin dengan berhemat luar biasa, Anda bisa membayarnya. Tapi pengembang tidak akan memperbolehkan Anda. Karena gaji minimal harus 4x lebih besar daripada kredit Anda.

Maka, Anda perlu kredit rumah selama 15 tahun. Kredit ini dapat Anda bayar karena setoran yang perlu Anda lakukan setiap bulan selama 15 tahun adalah Rp 250 ribu. Selain Anda dapat sedikit lega dalam mengurus gaji dan pengeluaran Anda lainnya, hal ini juga sesuai dengan pengembang.

Jadi, pada akhirnya kecermatan dan pertimbangan yang matang sebelum menjatuhkan pilihan merupakan tindakan yang bijaksana saat memilih rumah idaman. Karena pembelian rumah merupakan investasi jangka panjang, maka jangan sampai anda kecewa di tengah jalan.

Source : tipsanda/lh3


CBN renungan mobile


COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment

  • * Jb

    2010-09-03 11:20:59
    Thx infonya, menurut saya memang lbh mudah prosesnya dgn pengembang perumahan tp tentu saja hrs hati2 jg krn bnyk developer nakal. Saya mau tanya bagaimana dgn rumah 2nd di daerah "kampung" bukan perumahan dr pengembang (bila salah 1 alternatifnya itu)? Masalah yg sering di hadapi adalah legalitas surat2 tanah. Bisa sih di cek ke BPN tp sering jg saya dengar ada yg bersertifikat ganda ujung2nya jd sengketa..krn ada wilayah2 tertentu yg sdh terkenal bnyk kasus spt itu...waduh,bikin "jiper". Bagaimana tindakan preventifnya? Trima kasih..

"Quote Of The Day"

The voice of parents is the voice of gods, for to their children they are heaven's lieutenants. Shakespeare