JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Image

Article

Pray For

Inilah Alasan Orang Saling Melukai Meskipun Saling Mencintai

SATURDAY, 21 AUGUST 2010

Total View : 2254 times


Kau hancurkan aku dengan sikapmu
Tak sadarkah kau telah menyakitiku
Lelah hati ini meyakinkanmu
Cinta ini membunuhku

Mungkin Anda kenal dekat dengan teks lagu dari kelompok musik D’Masiv ini. Bagaimana cinta yang identik dengan kasih sayang ini ternyata juga bisa menghancurkan seseorang, bahkan membunuh jiwa seseorang yang haus akan cinta.

Kenapa pasangan yang saling mencintai cenderung sering saling menyakiti? Salma Prabhu, seorang psikolog asal India mencoba menjelaskan fenomena kejiwaan ini.

Salma menyebutkan bahwa ‘kebutuhan’ seseorang untuk menyakiti orang-orang terdekatnya baik secara emosional maupun fisik dapat disebabkan oleh dua faktor. Pertama, karena orang tersebut merasa terlalu dekat dengan mereka sehingga ia tidak sungkan untuk menunjukkan sisi terburuk dalam dirinya.

Faktor kedua adalah biasanya ‘kebutuhan’ menyakiti ini menimpa mereka yang memang terbiasa untuk tidak dicintai. Sehingga ketika ada orang lain yang menghujani mereka dengan kasih sayang, mereka merasa tidak layak untuk mendapatkannya dan muncullah rasa tidak nyaman. Mereka pun akan mencoba untuk menyakiti atau melawan orang-orang yang menyodorkan cinta sehingga pada akhirnya mereka bisa kembali ke status atau situasi sebelumnya.

Seringkali kita mendenar banyak kisah sakit hati yang justru dilakukan oleh orang-orang terdekat seperti orangtua, pasangan, teman dan saudara. Dan kisah itu bisa membuat kita merasa prihatin. Padahal tanpa disadari, bisa jadi diri kita juga adalah salah satu korban ataupun pelaku dari sebuah kisah sakit hati lainnya. Menurut Salma, hal ini memang sering terjadi di antara pasangan serta di dalam keluarga.

Anak-anak sering memanipulasi orangtua mereka untuk mendapatkan keuntungan. Jika tidak diantisipasi sejak awal, dapat menyebabkan anak-anak tidak lagi menghormati orangtua mereka.

“Perilaku buruk harus dicegah sejak dini,” ujar Salma seperti dikutip dari Times of India.

“Bahkan hal kecil seperti tidak menjawab pertanyaan orangtua harus dikoreksi sehingga mereka belajar untuk menghargai. Cobalah berkomunikasi dengan mata, nada bicara dan ekspresi wajah, termasuk mengatur emosi,” ujar Salma menambahkan.

Pasangan suami istri maupun pasangan yang sedang berpacaran juga seringkali saling menyakiti secara emosional. Terutama ketika perceraian bukanlah pilihan yang mudah. Misalnya saja jika seorang wanita yang berusia 40 tahun pernah gagal sampai dua kali dalam pernikahan, dan terus disakiti dalam hubungan baik secara emosi maupun fisik, maka ia akan sulit beradaptasi dengan hubungan yang positif.

Rasa sakit yang menguasai hatinya bisa membuat dirinya selalu memicu konflik karena merasa rendah diri. Ia pun cenderung defensif dengan menempatkan dirinya dalam kondisi hubungan yang buruk.

Tak ada obat yang lebih ampuh untuk mengatasi hal ini selain memulihkan hati dengan pertolongan Roh Kudus untuk keluar dari setiap kepahitan dan luka yang berakar di hati.

Sumber : yahoonews


CBN renungan mobile

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment

  • * tiur

    2010-11-29 03:11:13
    saya sngt diberkati dngan artikel ini
  • * Justine

    2010-11-28 08:10:31
    Orang yang sangat saya percaya, saya cintai dan sudah ada rencana pernikahan membalas dendam dengan cara menyakitkan hanya karena alasan dari kata-kata kasar saya. Dan tidak segan-segan dia pelarian dengan perselingkuhan, tapi kenapa kita masih saling mencintai? Artikel ini sangat membantu membuka jalan pikiran bagi pembaca. Saya hanya mampu berdoa memohon bantuan roh kudus Allah agar hati kami tertata kembali seperti semula, tepat seperti anjuran artikel ini.
  • * Justine

    2010-11-28 08:00:50
    Sama seperti yang saya hadapi sekarang. Trimakasih atas artikelnya sebagai wawasan pribadi buat saya. Salam.
  • * Justine

    2010-11-28 08:00:29
    Sama seperti yang saya hadapi sekarang. Trimakasih atas artikelnya sebagai wawasan pribadi buat saya. Salam.