Tumbuh Dewasa di Rumah yang Penuh Kasih Sayang
Sumber: Canva.com/Freepik

Parenting / 13 April 2026

Kalangan Sendiri

Tumbuh Dewasa di Rumah yang Penuh Kasih Sayang

Harry Lee Contributor
276

Bayangkan seorang anak seperti perahu kecil. Dunia adalah lautan yang luas, terkadang bergelombang. Rumah yang penuh kasih sayang, mendukung, dan pengertian bukanlah sekadar dermaga tempat perahu berlabuh; itu adalah jangkar yang menjaga mereka tetap stabil dan layar yang membantu mereka menangkap angin.

Ketika kita berbicara tentang pengasuhan yang “baik”, kita sering berpikir tentang sekolah mahal atau gadget terbaru. Tetapi hal terpenting yang dapat dimiliki seorang anak tidak memerlukan biaya: keamanan emosional.

Lingkungan yang sehat dibangun di atas tiga bahan sederhana:

Cinta Tanpa Syarat: Mengetahui bahwa “Aku dicintai bahkan ketika aku melakukan kesalahan.”

• Dukungan Aktif: Memiliki pendukung yang mengatakan, “Aku percaya kamu bisa melakukan ini, dan aku akan membantumu mencoba.”

Pemahaman Sejati: Memiliki orang tua yang mendengarkan perasaanmu tanpa menghakimi.

Ketika ketiga hal ini hadir, seorang anak mengembangkan “suara batin” yang baik dan percaya diri. Suara itu akan terus terngiang di benak mereka sepanjang hidup.

 

Baca Juga: Memperbaiki Tanggul: Biaya dari Kasih yang Proaktif

 

Kisah Nyata: Gadis dengan “Mantel Berwarna-warni”

Anda mungkin mengenal Dolly Parton sebagai penyanyi terkenal dunia dengan rambut besar dan senyum yang mempesona. Tetapi sebelum menjadi superstar, ia adalah seorang gadis kecil yang tinggal di sebuah pondok kecil di pegunungan Tennessee. Keluarganya hampir tidak punya uang—kadang-kadang mereka bahkan tidak punya cukup makanan—tetapi Dolly mengatakan ia tumbuh “kaya” karena orang tuanya.

“Keajaiban” Mantel

Suatu musim dingin, Dolly tidak memiliki mantel untuk menghangatkan tubuhnya. Ibunya, Avie Lee, mengambil sekotak kain perca berwarna-warni dan dengan hati-hati menjahitnya untuk membuat jaket bagi putrinya. Saat menjahit, ia TIDAK mengeluh tentang kemiskinannya. Sebaliknya, ia menceritakan kepada Dolly kisah Yusuf dari Alkitab dan mantelnya yang istimewa dan berwarna-warni.

Ia membuat Dolly merasa bahwa jaket itu adalah harta karun.

Ketika Dolly pergi ke sekolah, anak-anak lain menertawakan mantel “kain perca” miliknya. Itu bisa saja menjadi momen yang sangat memalukan yang menghancurkan kepercayaan dirinya. Tetapi karena ibunya telah mengisi hatinya dengan begitu banyak cinta dan pengertian, Dolly tidak merasa miskin. Dia merasa istimewa. Dukungan ibunya bertindak seperti perisai tak terlihat terhadap para pengganggu.

Ayah Dolly, Robert Lee, bekerja sangat keras dan, meskipun dia tidak bisa membaca atau menulis, dia tidak pernah membuat Dolly merasa bahwa mimpinya “konyol.” Ketika dia mengatakan ingin pergi ke Nashville untuk menjadi bintang, orang tuanya tidak menyuruhnya untuk “mencari pekerjaan yang sebenarnya.” Mereka memahami hasratnya dan mendorongnya untuk mengejarnya.

Karena dia tumbuh di rumah di mana suaranya didengar dan perasaannya dihormati, Dolly memiliki keberanian untuk naik bus sehari setelah lulus SMA untuk memulai kariernya. Dia tidak takut pada dunia karena dia tahu dia memiliki tempat yang aman untuk kembali.

Kisah Dolly Parton membuktikan bahwa Anda tidak membutuhkan kehidupan yang “sempurna” untuk membesarkan anak yang sukses. Anda hanya perlu menyediakan lingkungan yang mendukung. 

 

Baca Juga: Melihat Melampaui Label “Pemberontak”

 

Mengapa demikian? Berikut alasannya:

• Membangun Ketahanan: Ketika seorang anak dipahami di rumah, mereka belajar bahwa “kegagalan” bukanlah akhir dunia. Itu hanyalah sebuah pelajaran.

• Menciptakan Kebaikan: Anak-anak yang diperlakukan dengan empati secara alami tumbuh menjadi orang dewasa yang empatik.

• Memicu Kreativitas: Ketika seorang anak tidak takut dihakimi, mereka merasa bebas untuk berimajinasi, berkreasi, dan bermimpi besar.

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah di atas ini?

Tumbuh besar di rumah yang penuh kasih sayang memberi seorang anak sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang: keyakinan bahwa mereka berharga. Baik itu mantel buatan tangan atau hanya percakapan 10 menit di akhir hari yang panjang, menunjukkan kepada anak bahwa mereka dipahami adalah hadiah terbesar yang dapat diberikan orang tua.

 

Harry Lee MD; PsyD; BBS,

Pastor dan Gembala Restoration Christian Church – Los Angeles

 

Artikel ini adalah hasil karya dari kontributor kami dan segala isi artikel ini adalah tanggung jawab kontributor.

Halaman :
1

Ikuti Kami