"Tuhan, kalau memang waktu saya sudah selesai, ya enggak apa-apa. Saya siap. Tapi kalau boleh saya nawar, saya pengin lihat anak-anak saya sampai besar."
Pernyataan ini meluncur dari seorang ibu muda yang aktif berolahraga, menjaga pola makan, dan hidup sehat. Namun dalam sekejap, dunianya berubah total.
Sylvia Lim, ibu rumah tangga biasa yang rutin melakukan muai thai, boxing, zumba, hingga TRX 3-4 kali seminggu, tiba-tiba merasakan kakinya lemas tanpa sebab. Awalnya ia mengira masuk angin. Namun dalam hitungan jam, kakinya benar-benar tidak bisa digerakkan.
Yang mengejutkan, tidak ada kecelakaan atau benturan apa pun. Dokter pun bertanya berulang kali, "Ibu yakin enggak jatuh?" Hasil MRI menunjukkan cedera sumsum tulang belakang di bagian leher, lokasi pusat saraf yang mengendalikan jantung dan paru-paru.
Dokter memberi waktu 72 jam golden time untuk operasi. Jika lewat, risikonya adalah kematian. Namun karena masa pandemi COVID-19, ruang ICU dan oksigen sangat sulit didapat. Suami Sylvia hanya bisa berdoa. Dan tepat pukul 10 malam, Tuhan menyediakan semuanya.
Operasi pun berjalan dengan peluang 50:50. Kini, setelah bertahun-tahun menjalani pemulihan, Silvia masih harus berjuang dengan setengah badan yang kebal dan kaki kanan yang lebih kecil. Tapi ia memilih bersyukur karena bisa menggerakkan satu jari saja baginya sudah merupakan mukjizat.
Bagaimana kisah selengkapnya? Bagaimana Silvia bisa bangkit dari kelumpuhan dan tetap tersenyum di tengah keterbatasan?
Tonton video selengkapnya di bawah ini untuk menyaksikan perjuangan luar biasa seorang ibu yang tidak menyerah pada hidup dan imannya.
BACA JUGA:
14 Tahun Terikat Kuasa Gelap, Ibu Ini Dibebaskan Oleh Yesus
Dari Menolak Yesus hingga Percaya, Inilah Kisah Shella Cletus yang Tak Pernah Ia Ceritakan