WFH Jumat untuk Hemat BBM Efektifkah bagi Ekonomi dan Energi Nasional?
Sumber: Canva.com

Finance / 24 March 2026

Kalangan Sendiri

WFH Jumat untuk Hemat BBM Efektifkah bagi Ekonomi dan Energi Nasional?

Aprita L Ekanaru Official Writer
1387

Wacana kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat yang disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi topik hangat dalam diskusi kebijakan publik. Usulan ini muncul sebagai langkah strategis pemerintah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama di tengah kekhawatiran potensi gangguan pasokan energi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.



BACA JUGA: Dampak Perang Global pada Keuangan Indonesia dan Cara Lindungi Finansial Anda

 

Rencana ini akan diterapkan bagi sektor publik dan swasta, meskipun tidak semua jenis pekerjaan memungkinkan sistem kerja jarak jauh. Hari Jumat dipilih agar menciptakan long weekend yang diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata. Pemerintah memperkirakan, jika kebijakan ini berjalan efektif, konsumsi BBM harian bisa ditekan hingga 20%.

Dari sisi finansial dan efisiensi energi, kebijakan WFH Jumat memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, pengurangan konsumsi BBM secara masif berpotensi terjadi karena jutaan pekerja tidak melakukan perjalanan harian. Hal ini berdampak langsung pada penurunan biaya transportasi individu sekaligus membantu menekan subsidi energi negara.

Kedua, efisiensi biaya operasional juga dirasakan oleh perusahaan. Pengurangan penggunaan listrik, air, dan fasilitas kantor selama satu hari penuh dapat menghemat pengeluaran rutin. Selain itu, kemacetan yang biasanya memuncak di hari Jumat berpotensi berkurang, sehingga distribusi logistik bisa lebih lancar dan efisien.

Ketiga, dari perspektif produktivitas, fleksibilitas kerja dapat meningkatkan work-life balance. Pekerja yang lebih rileks cenderung memiliki kinerja lebih baik, yang dalam jangka panjang berdampak positif terhadap produktivitas perusahaan.

Namun demikian, kebijakan ini juga memiliki sejumlah tantangan. Tidak semua sektor dapat menerapkan WFH. Industri manufaktur, kesehatan, logistik, dan layanan publik tetap membutuhkan kehadiran fisik pekerja. Hal ini menimbulkan kesenjangan manfaat antar sektor.

Selain itu, penghematan energi tidak sepenuhnya pasti. Konsumsi listrik rumah tangga berpotensi meningkat akibat penggunaan AC, perangkat elektronik, dan internet selama bekerja dari rumah. Jika sumber listrik masih bergantung pada energi fosil, maka efisiensi total bisa berkurang.

Dari sisi ekonomi mikro, kebijakan ini juga berpotensi menekan pendapatan pelaku usaha kecil di sekitar kawasan perkantoran, seperti pedagang kaki lima, kantin, hingga transportasi online. Aktivitas ekonomi yang biasanya ramai di hari kerja bisa menurun signifikan.

Terakhir, tantangan implementasi juga perlu diperhatikan. Tidak semua perusahaan memiliki infrastruktur digital dan sistem pengawasan kerja yang memadai untuk memastikan produktivitas tetap optimal saat WFH.


BACA JUGA: Tutorial Cara Lapor SPT Tahunan 2025 di Coretax dengan Panduan Lengkap

 

Secara keseluruhan, kebijakan WFH Jumat memiliki potensi besar dalam mendukung efisiensi energi dan penghematan biaya. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sektor usaha, infrastruktur digital, serta strategi mitigasi dampak ekonomi yang menyertainya.

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami