Suka Curhat Sama ChatGPT? Hati-hati, Percakapan Anda Tidak Dilindungi Hukum
Sumber: Tangkapan Layar ChatGPT

News / 20 March 2026

Kalangan Sendiri

Suka Curhat Sama ChatGPT? Hati-hati, Percakapan Anda Tidak Dilindungi Hukum

Claudia Jessica Official Writer
1180

Banyak orang kini menggunakan ChatGPT bukan hanya untuk mencari informasi, tetapi juga sebagai tempat bercerita atau curhat. Namun, CEO OpenAI, Sam Altman mengingatkan bahwa percakapan dengan chatbot tersebut belum memiliki perlindungan hukum seperti percakapan dengan dokter, pengacara, atau terapis.

Peringatan ini disampaikan Altman saat berbincang dalam podcast This Past Weekend bersama Theo Von. Ia menilai bahwa tren menjadikan AI sebagai tempat membicarakan masalah pribadi perlu disikapi dengan hati-hati, karena percakapan pengguna dengan ChatGPT masih bisa diminta sebagai bukti dalam proses hukum.

Menurut Altman, saat ini belum ada aturan khusus yang melindungi percakapan antara pengguna dan AI. Artinya, jika suatu saat terjadi proses hukum, riwayat percakapan tersebut berpotensi diminta oleh pihak berwenang.

"Jadi kalau kamu bicara ke ChatGPT soal hal-hal sensitif, lalu terjadi gugatan atau semacamnya, kami bisa saja diminta untuk menyerahkan percakapan itu. Dan menurut saya, itu sangat kacau," kata Altman saat menjawab pertanyaan soal kerangka hukum untuk AI, dikutip dari PCMag, CNBC Indonesia.

Situasi ini menjadi perhatian karena semakin banyak orang memanfaatkan ChatGPT untuk membahas hal-hal pribadi, mulai dari masalah hubungan hingga kesehatan mental.

Altman juga menjelaskan bahwa OpenAI saat ini masih menyimpan riwayat percakapan pengguna, termasuk yang telah dihapus. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa data percakapan pengguna dengan AI belum sepenuhnya berada dalam wilayah privasi yang terlindungi secara hukum.

Altman menilai ke depan perlu ada kerangka hukum yang lebih jelas terkait interaksi manusia dengan AI. Ia membandingkannya dengan hubungan profesional seperti dokter dan pasien, atau pengacara dan klien yang memiliki perlindungan kerahasiaan.

"Kalau kamu bicara ke terapis, pengacara, atau dokter soal masalah pribadi, maka secara hukum ada hak privasi, seperti kerahasiaan medis atau hukum. Tapi kita belum punya aturan semacam itu untuk ChatGPT," kata Altman.

"Menurut saya, seharusnya kita punya konsep privasi yang sama saat seseorang berbicara dengan AI, seperti halnya saat bicara dengan seorang terapis."

Untuk sementara waktu, Altman menyarankan pengguna agar lebih berhati-hati saat menggunakan ChatGPT, terutama ketika ingin membicarakan hal-hal yang bersifat sensitif atau sangat pribadi.

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami