Kenapa Tuhan Yesus Mau Mengampuni Kita, Padahal Kita Berdosa?
Sumber: wwing from Getty Images Signature

Kata Alkitab / 19 March 2026

Kalangan Sendiri

Kenapa Tuhan Yesus Mau Mengampuni Kita, Padahal Kita Berdosa?

Claudia Jessica Official Writer
1562

Pernah nggak sih kamu bertanya, kenapa Tuhan Yesus mau mengampuni kita, padahal secara logika kita ini penuh dosa dan seharusnya menerima hukuman?

Ini pertanyaan yang sangat wajar, apalagi ketika kita sadar betapa seringnya kita gagal, jatuh, dan menyakiti hati Tuhan. Secara manusia, rasanya sulit memahami kenapa Tuhan tetap memilih untuk mengampuni.

Alkitab dengan jelas menyatakan, "Sebab upah dosa ialah maut" (Roma 6:23). Artinya, setiap dosa membawa konsekuensi yang serius. Tuhan itu kudus dan adil, sehingga dosa tidak bisa dianggap remeh.

Namun, kalimat selanjutnya mengatakan, "tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Dari sinilah kita bisa melihat bahwa di tengah keadilan Tuhan, ada kasih yang membuka jalan untuk mengampuni manusia.

 

BACA JUGA: Hari Kemenangan Versi Umat Kristen dan Maknanya, Anda Wajib Tahu!

 

Pengampunan adalah Kasih Karunia, Bukan Karena Kita Layak

Dalam Roma 5:8 tertulis, "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."

Perhatikan bagian "Ketika kita masih berdosa." Artinya, Tuhan tidak menunggu kita berubah dulu baru Dia mengampuni. Justru saat kita masih jauh dari-Nya, Dia sudah mengambil langkah pertama. Inilah jawaban dari "Kenapa Tuhan Yesus mau mengampuni kita?"

Kasih-Nya tidak bergantung pada seberapa baik kelakuan kita, melainkan karakter Tuhan itu sendiri yang sangat mengasihi kita semua.

 

BACA JUGA: Pra Paskah – Masa untuk Mengubah Perang Menjadi Damai

 

Dasar Pengampunan dimulai dari Pengorbanan Yesus

Pengampunan yang Tuhan berikan bukan berarti Ia menerima perilaku kita yang salah hingga mengabaikan keadilan. Tetapi karena "Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa." (1 Yohanes 1:7)

Artinya, dosa yang kita perbuat tetap menerima hukuman. Akan tetapi, hukuman atas dosa-dosa itu telah ditanggung oleh Yesus sendiri di kayu salib.

Yesaya 53:5 juga menegaskan, "Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita… dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh." Ini menunjukkan bahwa pengampunan itu mahal harganya. Yesus benar-benar mengambil posisi kita, supaya kita bisa menerima pengampunan.

Yesus sendiri berkata dalam Yohanes 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”

 

BACA JUGA: Semana Santa, Pekan Suci Paling Sakral di Spanyol yang Bikin Merinding

 

Jadi, pengampunan Tuhan bukan sekedar kata-kata. Ia telah membuktikannya dengan cara memberikan nyawa-Nya.

Sering kali kita merasa dosa kita terlalu besar untuk diampuni. Tapi 1 Yohanes 1:9 menegaskan, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Tuhan tidak hanya mau mengampuni, tapi juga setia melakukannya setiap kali kita datang kepada-Nya.

Mazmur 103:12 bahkan menggambarkan sejauh apa Tuhan menjauhkan dosa kita: “Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.” Ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan mengampuni, Dia tidak mengungkit-ungkit lagi masa lalu kita.

 

BACA JUGA: SOLUSI SPESIAL PASKAH, Kisah Pertobatan 3 Orang Waria!

 

Kalau kamu sedang bergumul dengan rasa bersalah atau merasa tidak layak, ingatlah bahwa pintu pengampunan selalu terbuka.

 

Kamu bisa menghubungi Layanan Doa CBN di 0822-1500-2424 untuk didoakan dan dikuatkan. Tuhan tidak pernah lelah mengampuni, dan Dia selalu membuka jalan untuk kamu kembali kepada-Nya.

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami