Gaby Ungkap 4 Hal Penting yang Harus Dipikirkan Sebelum Memutuskan Bercerai
Sumber: Jawaban Channel Youtube

Marriage / 10 March 2026

Kalangan Sendiri

Gaby Ungkap 4 Hal Penting yang Harus Dipikirkan Sebelum Memutuskan Bercerai

Aprita L Ekanaru Official Writer
1344

Pernahkah kamu merasa pernikahanmu sudah berada di titik paling melelahkan? Pertengkaran terus terjadi, luka hati menumpuk, dan kata “cerai” mulai terasa seperti jalan keluar. Jika kamu sedang berada di fase itu, ada baiknya berhenti sejenak sebelum mengambil keputusan besar.

Dalam sebuah podcast, Gaby atau Gabriella Rumangit membagikan beberapa hal penting yang perlu direnungkan sebelum seseorang memutuskan bercerai. Pesannya sederhana, tetapi sangat dalam. Karena sering kali, keputusan yang diambil saat emosi memuncak justru menjadi penyesalan di kemudian hari.

Hal pertama yang Gaby tekankan adalah menyelidiki hati sendiri terlebih dahulu. Saat pernikahan bermasalah, kebanyakan orang langsung menunjuk kesalahan pasangan. Kita merasa pasanganlah penyebab semua konflik. Namun menurut Gaby, ada pertanyaan penting yang perlu kita ajukan pada diri sendiri: apakah Tuhan sedang ingin mengubah sesuatu dalam diri kita?

Mungkin kesabaran kita yang masih kurang. Mungkin cara kita berbicara yang menyakitkan. Atau mungkin hati kita yang belum benar-benar diproses oleh Tuhan. Introspeksi diri bukan berarti menyalahkan diri sendiri, tetapi membuka ruang agar Tuhan membentuk karakter kita.

Hal kedua yang dibagikan Gaby cukup mengejutkan. Ia mengatakan, mungkin bukan pasanganmu yang Tuhan ingin ubah terlebih dahulu, tetapi dirimu. Banyak orang berdoa agar pasangan berubah, menjadi lebih baik, lebih lembut, atau lebih perhatian. Namun terkadang Tuhan justru memulai perubahan dari satu pihak yang bersedia bertobat.

Saat satu orang mulai berubah, cara memandang pasangan juga ikut berubah. Cara merespons konflik menjadi berbeda. Dari situ, perubahan sering kali mulai terjadi dalam hubungan.

Hal ketiga yang Gaby tekankan adalah panggilan untuk menjadi pendoa bagi keluarga. Menurutnya, dalam pernikahan kita tidak dipanggil untuk menjadi hakim bagi pasangan, tetapi menjadi perantara doa. Doa yang lahir dari hati yang tulus, bahkan dari air mata sekalipun, memiliki kuasa yang besar.

Alih-alih terus menuntut perubahan pasangan, Gaby mengajak setiap orang untuk mulai berdoa, “Tuhan, lakukan kehendak-Mu dalam hidupnya dan dalam keluargaku.”

Terakhir, Gaby mengingatkan bahwa ada saatnya kita benar-benar merasa tidak mampu lagi. Mengasihi saat terluka, memaafkan saat dikhianati, atau bersabar saat pasangan keras kepala bukan hal mudah. Di titik itulah kita perlu meminta Roh Kudus menguasai hati kita. Karena kekuatan manusia ada batasnya, tetapi pertolongan Tuhan tidak pernah habis.

Sebelum memutuskan untuk menyerah pada pernikahan, renungkan kembali hal-hal ini. Siapa tahu Tuhan sedang memproses sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang kita lihat hari ini.

Jika kamu sedang bergumul dalam pernikahan dan rindu melihat pemulihan terjadi, Layanan Doa CBN siap mendukung dan mendoakan pernikahanmu. Kamu tidak harus berjalan sendirian. Tuhan sanggup memulihkan apa yang terasa sudah hancur.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami