Masa Pra-Paskah Paus Leo XIV Ingatkan Puasa Bukan Hanya Soal Makanan
Sumber: salesianbulletin.org

News / 6 March 2026

Kalangan Sendiri

Masa Pra-Paskah Paus Leo XIV Ingatkan Puasa Bukan Hanya Soal Makanan

Aprita L Ekanaru Official Writer
1951

Menjelang masa Prapaskah 2026, Pope Leo XIV menyampaikan pesan penting bagi umat beriman di seluruh dunia. Dalam pesan resmi yang dirilis oleh Vatican, Paus menekankan bahwa puasa tidak hanya berkaitan dengan makanan atau minuman, tetapi juga menyentuh sikap hati dan cara seseorang berinteraksi dengan sesama.

Pesan Prapaskah tahun ini mengangkat tema besar "Listening and Fasting: Lent as a Time of Conversion" Tema tersebut mengajak umat untuk melihat masa puasa sebagai waktu pertobatan yang nyata, bukan sekadar menjalankan tradisi tahunan.

Menurut Paus Leo XIV, salah satu bentuk puasa yang sangat relevan dengan kehidupan modern adalah “puasa kata-kata”. Dalam dunia yang semakin dipenuhi perdebatan, terutama di media sosial, banyak orang dengan mudah mengucapkan atau menuliskan kata-kata yang menyinggung dan melukai orang lain.

Paus mengingatkan bahwa masa Prapaskah dapat menjadi kesempatan untuk belajar menahan diri dari ucapan yang tidak membangun. Menahan diri sebelum menanggapi komentar, menghindari perdebatan yang tidak perlu, serta berpikir sebelum menulis sesuatu di media sosial menjadi bagian dari latihan rohani yang penting.

Ia menilai bahwa banyak konflik di masyarakat saat ini justru dipicu oleh kata-kata yang diucapkan tanpa pertimbangan. Karena itu, puasa tidak hanya berbicara tentang menahan lapar, tetapi juga tentang mengendalikan lidah dan sikap hati.

Namun puasa kata-kata bukan berarti seseorang harus sepenuhnya diam. Paus Leo XIV justru menekankan pentingnya kemampuan untuk mendengar. Di tengah dunia yang penuh dengan banyak pendapat atau keyakinan, mendengarkan orang lain menjadi tindakan yang semakin langka dan menjadi sangat berharga.

Dalam pesannya, Paus mengajak umat untuk lebih peka terhadap suara mereka yang menderita, tersisih, atau jarang didengar. Mendengar dengan penuh perhatian dapat membuka jalan bagi empati, pengertian, dan solidaritas yang lebih kuat.

Paus Leo XIV juga mengingatkan bahwa pertobatan sejati tidak hanya terlihat dari praktik keagamaan secara lahiriah. Perubahan hati yang nyata akan terlihat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara seseorang berbicara dan memperlakukan orang lain.

Melalui pesan ini, Paus berharap umat dapat memanfaatkan masa Prapaskah sebagai waktu pembaruan rohani yang mendalam. Puasa bukan hanya tentang menahan diri secara fisik, tetapi juga tentang melatih hati agar lebih rendah, sabar, dan penuh kasih.

Dengan belajar menahan kata-kata yang melukai dan membuka diri untuk mendengar sesama, masa Prapaskah dapat menjadi momen transformasi yang membawa perubahan nyata dalam kehidupan iman dan hubungan antar manusia.

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami