“Cinta itu bukan soal perasaan, tapi keputusan yang harus terus dipilih setiap hari.”
Kalimat itu ditegaskan oleh Ps. Deborah Kristanto, Pastor GBI Victorious dan Content Creator Bible Study RYM, saat berbincang dalam podcast Cahaya Bagi Negeri.
Pengingat yang sederhana, tapi menohok, ya.
Banyak keluarga hancur bukan karena masalah besar, tetapi karena janji-janji manis yang terlupakan. Dulu, saat berdiri di altar pernikahan, pasangan mengucapkan janji dan komitmen untuk setia, saling menjaga sampai maut memisahkan.
Namun, seiring berjalannya waktu, kehangatan dan romantika hubungan perlahan berubah. Suami-istri yang tinggal rumah tetapi hati mereka mulai berjauhan.
BACA JUGA: Kenapa Anak Pertama Harus Selalu Mengalah? Orang Tua Jangan Lupakan Ini..
Menurut Ps. Deborah, banyak pasangan terjebak pada anggapan bahwa cinta adalah rasa berbunga-bunga yang datang dan pergi. Padahal dalam iman Kristen, cinta bukan cuma perasaan atau emosi yang bisa kita rasakan. Cinta adalah pilihan untuk tetap mengasihi, bahkan saat keadaan tidak ideal.
“Kalau dulu kita sudah mencintai orang yang kita nikahi, maka belajar untuk mencintai orang yang sudah kita nikahi.”
Masalahnya, ketika janji awal tidak lagi diingat, komunikasi ikut retak. Suami dan istri saling berasumsi, berharap dimengerti tanpa mau menjelaskan isi hati. Di era media sosial, standar pun makin tinggi dan sering tidak realistis. Rumah tangga diukur dari pencapaian materi, bukan dari kualitas kasih.
Ps. Deborah mengingatkan bahwa standar dunia bisa menipu dan merusak relasi. Firman Tuhan justru berbicara sebaliknya. Kasih itu memberi, menerima, menutupi kelemahan, dan menopang. Bukan menuntut tanpa henti.
BACA JUGA: Takut Anak Menjauh saat Terapkan Pola Disiplin, Yosanti Akhirnya Menemukan Jawabannya
Ia juga menegaskan bahwa cinta mula-mula bukan kenangan masa lalu, melainkan api cinta yang harus dijaga. Karena jika dibiarkan, api cinta bisa redup kapan saja. Sebaliknya, jika kita bisa menjaganya, api cinta bisa semakin berkobar.
“Di dalam Tuhan tidak ada yang tidak ada harapan. Tuhan sanggup mengubahkan dan memulihkan.”
Pertanyaannya, mengapa janji manis di altar bisa memudar? Bagaimana sebenarnya proses kecil yang tanpa sadar membuat keutuhan keluarga terancam? Dan apakah cinta mula-mula benar-benar bisa dipulihkan ketika hubungan sudah terasa dingin?
Bahasan lengkap tentang kenapa keutuhan keluarga bisa terancam karena janji yang terlupakan, serta bagaimana cara membangunnya kembali, dibahas lebih dalam di podcast ini.
Kalau kamu merasa pernikahanmu mulai hambar atau keharmonisan keluarga perlahan runtuh, jangan tunggu sampai semuanya benar benar retak. Kamu tidak harus menghadapi ini sendirian. Layanan Doa CBN siap menjadi sahabat doa yang mendengarkan dan mendukungmu dalam kerahasiaan dan kasih. Hubungi Layanan Doa CBN hari ini dan izinkan Tuhan mulai memulihkan keluargamu dari sekarang. WhatsApp Layanan Doa CBN: 0822-1500-2424
Sumber : YouTube Cahaya Bagi Negeri