Pertemuan doa Menara Doa Bersama yang digelar di Sentul International Convention Center pada Jumat, 27 Februari 2026, berlangsung dengan penuh khidmat dan rasa kebersamaan. Sejak pukul 10.00 WIB, jemaat dan para hamba Tuhan dari berbagai latar belakang gereja hadir untuk mengambil bagian dalam doa bersama bagi bangsa Indonesia.
Acara diawali dengan puji-pujian singkat dan doa pembukaan. Suasana pertemuan terasa tertib dan tenang, membantu setiap peserta mempersiapkan hati sebelum memasuki rangkaian doa bagi bangsa. Sejak awal, fokus utama acara ini yaitu menyatukan hati dalam doa, meskipun yang hadir berasal dari berbagai denominasi.
Sesi visioning disampaikan oleh Pdt. Stanley Saroinsong. Dalam pemaparannya, ia kembali menegaskan panggilan gereja untuk merendahkan diri, berdoa, dan mencari wajah Tuhan, sejalan dengan firman Tuhan dalam 2 Tawarikh 7:14. Pesan ini menjadi dasar rohani yang mengingatkan jemaat dan hamba Tuhan bahwa doa memiliki peran penting dalam pemulihan bangsa.
Setelah sesi visioning, pujian dan penyembahan mengalir membawa peserta ke dalam suasana doa yang lebih mendalam. Jemaat dan hamba Tuhan terlihat berdoa secara pribadi maupun bersama-sama, menyatukan kerinduan akan lawatan Tuhan atas Indonesia.
Memasuki sesi sharing, Mark McClendon dari CBN Indonesia membagikan pesan mengenai pentingnya kebangkitan doa yang dimulai dari keluarga. Ia menekankan bahwa pemulihan bangsa tidak terlepas dari peran mezbah keluarga, di mana anak-anak perlu diperkenalkan dengan kehidupan doa sejak dini.
Mark juga menyoroti urgensi Amanat Agung di tengah kondisi zaman saat ini. Gereja, menurutnya, tidak bisa berjalan dengan sikap biasa-biasa saja. Dibutuhkan kesungguhan, kepekaan, dan langkah yang cepat untuk menjawab panggilan Tuhan untuk memenuhi Amanat Agung. Oleh sebab itu itu CBN Indonesia juga menetapkan tema tahun ini "Reach and Diciple", serta menyediakan program-program pemuridan anak dan keluarga. Sesi ini ditutup dengan doa dalam bahasa Roh yang dipimpin oleh Pdt. Kristina Faraknimella.
Selanjutnya, seluruh tim CBN yang hadir dipanggil ke depan mimbar. Jemaat dan para hamba Tuhan bersama-sama mendoakan mereka, agar dalam mengerjakan Amanat Agung dapat terus diberi kekuatan dan melalui pelayanan yang dikerjakan dapat membawa dampak nyata bagi bangsa Indonesia.
Menjelang penutupan, Pdt. Dr. Niko Njotorahardjo meresponi sharing Mark McClendon tentang urgensi Amanat Agung yang ternyata juga sudah ada di dalam hatinya. Pdt. Dr. Niko juga kembali mengingatkan pentingnya kesatuan gereja. Ia menekankan bahwa gereja-gereja dipanggil untuk berjalan bersama, tetap setia berdoa, dan berdiri sebagai penjaga rohani bagi bangsa.
Pertemuan doa ini ditutup dengan doa berkat, mengutus jemaat dan hamba Tuhan untuk membawa semangat doa ke keluarga, gereja, dan lingkungan masing-masing, dengan keyakinan bahwa Tuhan mendengar doa umat-Nya dan setia memelihara negeri ini.
BACA JUGA:
Pastor Prayer Meeting Soroti Tanda Akhir Zaman dan Urgensi Amanat Agung
Bukan Sekadar Pertemuan, Ini Gerakan Doa Tubuh Kristus untuk Pemulihan Bangsa
Sumber : Jawaban.com