Banjir Parah Landa Bali Selatan Ratusan Warga dan Wisatawan Dievakuasi
Sumber: Miftahuddin Halim/Radar Bali/Jawa Pos

News / 26 February 2026

Kalangan Sendiri

Banjir Parah Landa Bali Selatan Ratusan Warga dan Wisatawan Dievakuasi

Aprita L Ekanaru Official Writer
2380

Hujan deras yang mengguyur Bali sejak Minggu, 22 Februari 2026, akhirnya memicu banjir di berbagai wilayah, terutama di kawasan Bali Selatan. Intensitas hujan yang nyaris tanpa henti selama tiga hari membuat air meluap dan merendam permukiman warga, jalan utama, hingga kawasan wisata yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan.

Data terbaru dari BPBD Provinsi Bali mencatat sekitar 90 titik terdampak cuaca ekstrem. Kota Denpasar menjadi wilayah paling parah dengan 46 titik banjir. Kawasan Sanur, khususnya di Jalan Bumi Ayu dan Jalan Kesari, terendam air hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter. Air juga menggenangi wilayah Sidakarya, membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa sebagian dari mereka mengungsi sementara.

Tak hanya Denpasar, Kabupaten Badung juga mengalami dampak serius. Sebanyak 12 titik banjir dilaporkan terjadi di kawasan wisata populer seperti Kuta, Seminyak, Legian, hingga Jimbaran. Di Pantai Jerman dan Jalan Dewi Sri, ketinggian air mencapai 1,2 meter, menyebabkan akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Beberapa wisatawan yang menginap di hotel dan vila terpaksa dievakuasi karena air masuk hingga ke area penginapan.

Wilayah lain yang turut terdampak adalah Kabupaten Tabanan. Di Kecamatan Kediri, banjir merendam pemukiman warga dan mengganggu akses jalan utama. Meski tidak separah di Bali Selatan, genangan air tetap menyulitkan aktivitas masyarakat setempat.

Dalam situasi darurat ini, tim SAR gabungan dari Polri, TNI, dan BPBD bergerak cepat melakukan evakuasi. Tercatat sekitar 350 orang sempat dievakuasi, termasuk puluhan wisatawan asing di Sanur dan Kuta. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet dan kano. Seiring air yang mulai surut, sebagian besar warga dan wisatawan sudah kembali ke tempat masing-masing.

Selain banjir di lebih dari 50 titik, cuaca ekstrem ini juga memicu bencana lain. BPBD mencatat adanya tanah longsor di lima titik, pohon tumbang di 27 lokasi, serta kerusakan infrastruktur seperti tanggul dan senderan yang jebol.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan siaga merah untuk wilayah Bali akibat curah hujan ekstrem. BPBD menilai persoalan drainase dan tata ruang perkotaan menjadi salah satu penyebab utama banjir yang kerap berulang. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas, termasuk video banjir lama yang kembali beredar di media sosial.

Hingga kini, kondisi sungai seperti Tukad Badung masih terpantau aman. Namun, warga diminta tetap siaga mengingat potensi hujan masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami