Pernahkah Anda merasa hidup seperti perahu tanpa nahkoda, terombang-ambing ke kanan dan kiri tanpa arah yang jelas? Itulah yang dirasakan Ibu Eni di tahun pertama pernikahannya. "Saya narik ke kanan, suami narik ke kiri. Percekcokan sering, masalah kecil jadi besar," kenangnya. Rumah tangganya kala itu berjalan tanpa fondasi, tanpa pegangan yang kokoh.
Pencarian Ibu Eni akan kebenaran dimulai dari sebuah kepercayaan lama, lalu berlanjut dalam rumah tangga yang kering akan nilai-nilai rohani. Keputusannya untuk mengikuti Yesus pun tidak mudah. Ia harus menghadapi penolakan dari keluarga besar dan berbagai kesulitan hidup yang datang silih berganti. Bahkan, saat baru saja memantapkan hati untuk dibaptis, badai kehidupan justru terasa semakin kencang. Anaknya sakit kritis, ekonomi keluarga nyaris tak berdaya hingga harus bertahan dengan sisa uang Rp100.000 untuk sebulan, dan suami harus menempuh 20 km setiap hari dengan bersepeda.
Puncak ujian imannya tiba ketika anak keduanya lahir dengan kondisi down syndrome. Vonis dokter membuat suaminya terpuruk hingga tiga bulan. Tudingan pedas dari tetangga pun tak terhindarkan, menyebut bahwa kondisi anaknya adalah sebuah kutukan atas kepindahan imannya. Di tengah keterpurukan itu, Ibu Eni justru bangkit. Bukan dengan kekuatannya sendiri, tetapi dengan bersandar pada Sang Fondasi yang baru ia temukan.
Perjalanan iman Ibu Eni adalah bukti nyata bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat pilihan-Nya. Dari seorang yang terombang-ambing, ia kini bertumbuh menjadi pribadi yang kokoh, bahkan dipercaya untuk melayani sebagai diaken. Kisahnya yang penuh haru, perjuangan, dan mujizat ini akan menguatkan Anda yang saat ini sedang merasa sendirian dan kehilangan pegangan.
Saksikan kesaksian lengkap dan mengharukan dari Ibu Eni dalam video di bawah ini. Saksikan bagaimana ia menemukan kekuatan sejati, bagaimana keluarganya dipulihkan, dan bagaimana ia memandang buah hatinya yang istimewa sebagai sumber kebanggaan dan sukacita. Jangan lewatkan momen-momen berharga di mana ia berbagi rahasia mengubah "bersungut-sungut menjadi bersyukur".
Bagikan video ini kepada mereka yang sedang membutuhkan pengharapan, karena satu langkah kecil bisa membawa perubahan besar dalam hidup!
Sumber : Solusi TV