Lelah dan Suka Emosi Ngurus Anak, Gimana Ya Cara Mengurus Anak Tetap dengan Kasih?
Sumber: Jelena Stanojkovic from Getty Images

Parenting / 24 February 2026

Kalangan Sendiri

Lelah dan Suka Emosi Ngurus Anak, Gimana Ya Cara Mengurus Anak Tetap dengan Kasih?

Claudia Jessica Official Writer
1502

Siapa sih yang tidak pernah merasa lelah saat mengurus anak?

Sebagai orang tua, kita pasti pernah ada di titik capek secara fisik maupun emosional. Mulai dari kurang tidur, pekerjaan yang menumpuk, sampai menghadapi perilaku anak yang menguras kesabaran. Tapi meskipun kita merasa lelah, pasti Anda pernah berpikir, “Gimana ya cara mengurus anak tetap dengan kasih, tanpa emosi?”

Sejujurnya, mengurus anak tanpa emosi sama sekali itu hampir mustahil. Orangtua adalah manusia, bukan mesin. Apalagi orangtua seringkali kelelahan, kurang tidur, dan mungkin juga merasa drain, tapi tetap dituntut untuk hadir secara penuh bagi anak.

Tapi kabar baiknya, kita bisa tetap mengasuh anak dengan kasih meski ketika merasa emosi. Orangtua bukan berarti tidak boleh marah sama sekali, melainkan kita perlu mengelolanya agar tidak melukai anak. Dari sinilah pengasuhan yang penuh kasih bisa kita lakukan.

 

BACA JUGA: Banyak Orang Tua Tidak Sadar Mereka Mewariskan Trauma ke Anak

 

Berikut beberapa langkah yang bisa kita lakukan sebagai orang tua agar tetap mengasuh anak dengan kasih, meski dalam kondisi lelah dan emosi.

1. Lelah Itu Wajar

Langkah pertama agar tetap bisa mengasuh dengan kasih adalah menerima bahwa rasa lelah merupakan bagian dari peran orang tua. Dalam keseharian, orang tua memberi tanpa henti, mulai dari waktu, perhatian, energi, hingga perasaan. Jika kita mengabaikan perasaan lelah, emosi kita bisa saja meledak tanpa disadari.

Perlu dipahami bahwa orangtua yang baik, bukanlah yang tidak pernah marah, tetapi yang tidak melampiaskan kemarahan dan emosinya kepada anak dengan cara yang bisa melukai mereka.

2. Belajar Menahan Diri Sebelum Bereaksi

Saat anak berperilaku yang memancing emosi seperti tantrum, melawan, rewel, dan sebagainya, berhentilah sejenak sebelum bereaksi, tarik nafas, dan mintalah hikmat kepada Roh Kudus.

Komunikasikan dengan anak bawah Anda membutuhkan waktu sebentar untuk menenangkan diri dan bicara dengan tenang.

 

BACA JUGA: Sepenting Apa Mengajarkan Mental Health Anak? Pelajaran Berharga dari Kasus Tragis di NTT

 

3. Jangan Melabeli Anak, Pisahkan Perilaku Anak dan Nilai Dirinya

Salah satu kunci agar orang tua tidak emosi adalah dengan memisahkan perilaku anak dari jati dirinya. Anak bukan “nakal”, tetapi sedang menunjukkan perilaku yang perlu diarahkan. Cara pandang ini membantu orang tua tetap lembut meski harus tegas.

4. Kasih Dimulai dari Empati

Sebelum menegur, pahami perasaan anak. Anak yang sulit diatur biasanya sedang lelah, lapar, cemburu, atau belum mampu mengekspresikan emosinya.

Validasi perasaan terlebih dahulu, lalu arahkan perilakunya. Saat anak merasa dimengerti, nasihat akan lebih mudah diterima dan suasana hati kita pun lebih terjaga.

5. Mengisi Diri dengan Firman dan Doa

Orangtua yang kelelahan cenderung lebih sensitif. Oleh karena itu, orangtua sangat perlu menjaga kesehatan fisik dan mental. Ambillah waktu untuk beristirahat, jadilah diri Anda sendiri, dan isi kembali diri Anda dengan Firman Tuhan. Kondisi Anda akan mempengaruhi kualitas pengasuhan.

 

BACA JUGA: 5 Alasan Pentingnya Orang Tua Memahami Bahasa Kasih Anak Agar Tercipta Hubungan yang Kuat

 

Banyak orang tua terjebak pada pemikiran bahwa marah adalah tanda kegagalan karena diberi gambaran seolah orang tua yang baik itu tidak boleh marah. Padahal Alkitab tidak pernah menuntut orang tua untuk menekan emosinya, melainkan bagaimana kita mengelola emosi dengan bijak, agar tidak melukai anak yang sedang kita bimbing dalam kasih.

Kasih bukan berarti tidak pernah marah. Kasih berarti kita tidak menjadikan anak sebagai pelampiasan, tidak merendahkan saat emosi muncul, mau berhenti sebelum melukai, dan berani memperbaiki keadaan saat kita gagal.

Dalam iman Kristen, kasih bukan sekadar perasaan yang selalu tenang. Kasih adalah sebuah keputusan, yaitu memilih cara yang membangun, bahkan ketika hati dan tenaga sedang tidak baik-baik saja.

 

BACA JUGA: Identity Crisis pada Ibu Setelah Punya Anak dan Cara Menghadapinya

 

Jika saat ini kamu sebagai orang tua merasa lelah, mudah emosi, atau butuh dukungan doa, kamu bisa menghubungi Layanan Doa CBN melalui WhatsApp di 0822-1500-2424.

Ada konselor dan pendoa yang siap mendampingi dan mendoakanmu. Kadang yang kita butuhkan bukan jawaban cepat, tetapi hati yang dikuatkan kembali oleh Tuhan.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami