Di balik kesibukannya sebagai gembala jemaat, Pdt. Ricky Rido Sinaga (40 tahun) menyimpan satu kerinduan untuk melihat keluarga-keluarga di gereja bertumbuh sehat secara rohani.
Sebagai gembala GBI Hopeful Karang Tengah, Kota Tangerang, Pdt. Ricky melihat banyak keluarga yang rindu bertumbuh, tapi ia tidak tahu harus mulai dari mana.
“Kami sangat merindukan adanya program pemuridan keluarga yang fokus pada bagaimana keluarga dan mendidik anak-anak yang Tuhan percayakan,” ungkapnya.
Kerinduan itu akhirnya menemukan jawabannya melalui The Parenting Project (TPP) dari CBN Indonesia.
BACA JUGA: Sadar Selama Ini Salah Pola Asuh Anak, Dwi Tujung Sari Temukan Harapan Baru untuk Keluarga
Saat mempelajari materi-materi yang ada, Pdt. Ricky melihat bahwa program ini tidak hanya berbicara soal teori pengasuhan, tetapi mengajak orang tua untuk kembali mengambil peran utama dalam membangun iman anak-anak, dimulai dari menjadi teladan hidup sehari-hari.
Sesi pertama akhirnya dimulai pada Minggu, 31 Agustus 2025. Angkatan pertama diikuti oleh 10 keluarga yang merupakan pengurus gereja. Keputusan ini diambil dengan harapan mereka dapat menjadi contoh bagi jemaat lainnya.
“Saya berharap angkatan pertama yang merupakan pengurus ini bisa menjadi role model bagi jemaat,” katanya.
Selama sesi demi sesi, para peserta merasakan dampak yang dapat dirasakan.
“Puji Tuhan waktu kita ikuti sesi demi sesi, semua merasa diberkati sekali. Terutama hal-hal praktis yang disampaikan lewat materi-materi The Parenting Project sangat menolong orang tua untuk langsung dipraktikkan,” jelasnya.
BACA JUGA: Belajar Ubah Pola Asuh, Bapak Bagus dan Istri Kini Makin Dekat dengan Anak-Anaknya
Selama sesi sharing kelompok, para peserta dengan terbuka membagikan cerita dan kekeliruan mereka dalam membangun keluarga. Mereka tidak ragu untuk mengakui kesalahan yang selama ini terjadi, baik dalam mendidik anak maupun dalam menerapkan aturan di rumah.
“Selama sesi sharing, semua peserta dengan terbuka sharing bagaimana mereka selama ini salah dalam mendidik dan membuat aturan di rumah,” tambahnya
Keterbukaan inilah yang membawa pemulihan bagi setiap keluarga, sekaligus menumbuhkan komitmen baru untuk berubah dan menjadi teladan yang lebih baik terutama bagi anak-anak yang Tuhan percayakan.
Proses ini juga menjadi momen refleksi pribadi bagi Pdt. Ricky sendiri sebagai seorang suami dan ayah.
“Kadang saya terlalu sibuk melayani jemaat, sehingga waktu untuk melayani istri dan anak-anak justru berkurang,” ujarnya dengan jujur. Melalui TPP, ia belajar kembali menata prioritas dan menyediakan waktu bagi keluarganya.
“Setelah kita lebih banyak quality time, mereka jadi lebih terbuka dan banyak ngobrol. Anak-anak juga terlihat lebih happy dibanding sebelumnya,” katanya.
Ia menyadari bahwa selama ini ia hanya mendengar cerita anak-anak secara sekilas, tanpa benar-benar hadir dari awal sampai akhir.
BACA JUGA: Retret Hamba Tuhan di Manokwari Dorong Gereja Bangun Keluarga yang Berpusat pada Kristus
Angkatan pertama TPP selesai pada November 2025. Saat ini, gereja memiliki kerinduan untuk membuka angkatan kedua bagi jemaat, sambil terus berdoa agar Tuhan menyediakan waktu yang tepat dan seorang koordinator edukasi yang dapat mengelola program ini dengan baik.
Selain The Parenting Project, gereja ini juga bersyukur karena Tuhan mempercayakan berbagai program CBN lainnya seperti Superbook dan Super 5 yang turut memperkuat pelayanan pemuridan anak dan keluarga di gereja lokal.
Kiranya melalui kegerakan ini, semakin banyak keluarga di Indonesia mengalami pemulihan dan pertumbuhan di dalam kasih Tuhan. Ayo dukung pelayanan ini untuk menjangkau dan memuridkan lebih banyak jiwa dan keluarga.
Sumber : Jawaban.com