Tuhan sanggup memulihkan keluarga yang hancur dan membawa harapan baru bagi mereka yang bersandar kepada-Nya. Hal ini nyata dirasakan oleh keluarga Putri Tupuama melalui program The Parenting Project yang diadakan oleh gereja mitra JKI Calvary Kota Denpasar. Program The Parenting Project ini menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk memulihkan hubungan dalam keluarga mereka.
Putri Tupuama mengucap syukur atas karya Tuhan yang mengubahkan keluarganya. Ia menceritakan bahwa sebelum mengikuti program The Parenting Project, kehidupan rumah tangganya dipenuhi luka dan ketakutan. Suaminya dahulu memiliki kebiasaan mabuk dan sering melakukan kekerasan terhadap dirinya. Setiap kali hal itu terjadi, Putri berusaha melindungi ketiga anaknya dengan menyembunyikan mereka di kamar agar tidak menyaksikan perlakuan yang ia alami. Dalam keputusasaan, ia terus berdoa agar Tuhan menjamah hati suaminya.
Tuhan menjawab doa tersebut ketika suaminya akhirnya bertobat dan percaya kepada Tuhan. Namun, perubahan tidak langsung terjadi sepenuhnya. Meski kebutuhan materi keluarga tercukupi, suaminya masih sibuk bekerja dan kurang terlibat secara emosional maupun rohani dalam kehidupan keluarga. Putri dan anak-anak tetap merasakan kekosongan akan kehadiran seorang ayah dan suami.
Melalui program The Parenting Project, Tuhan mulai membuka mata dan hati mereka. Putri belajar bahwa anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar pemenuhan materi. Anak-anak memiliki “tangki emosi” yang perlu diisi dengan kasih, perhatian, dan kehadiran orang tua. Sementara suaminya belajar menjadi seorang ayah dan nahkoda untuk keluarga. Keluarga ini mulai mempraktikkan hal-hal sederhana seperti saling memberi pelukan, mengucapkan pujian, berkomunikasi dengan lebih lembut, serta melibatkan anak-anak dalam membuat aturan keluarga.
Perubahan yang terjadi sungguh nyata. Suami Putri tidak lagi hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai ayah dan suami yang hadir. Anak-anak merasakan kasih yang tulus dari kedua orang tua mereka. Salah satu momen yang sangat menyentuh adalah ketika sang suaminya dengan sukarela meluangkan waktu untuk mengantar anak mereka sekolah, bahkan saat berlatih tamborin di gereja, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan.
"Suami saya mengajak anak-anak berbicara dan meminta maaf kepada ketiga anak saya atas perlakuannya di masa lalu yang mabuk-mabukan serta sering memukul saya. Suami saya menjelaskan pada anak-anak bahwa dahulu ia belum mengenal Tuhan. Anak-anak saya meresponnya dengan positif dan menyadari bahwa ayah mereka sebenarnya adalah seorang yang penyayang," tutur Putri.
Kini keluarga mereka hidup dalam suasana yang lebih hangat, harmonis, dan penuh damai sejahtera. Putri menyadari bahwa Tuhan tidak hanya memulihkan keluarganya, tetapi juga menyembuhkan hatinya sebagai seorang istri dan ibu.
Anda ingin menjadi bagian dari transformasi pemulihan keluarga bersama The Parenting Project, daftarkan gereja Anda sekarang juga di sini.
Sumber : Jawaban.com