Hidup dalam pernikahan setelah dikhianati pasangan bukanlah hal yang mudah untuk dijelaskan kepada siapa pun. Dari luar, mungkin semuanya terlihat baik-baik saja. Anda masih menjalani rutinitas, masih menyebut diri sebagai suami istri, masih berbagi rumah yang sama. Namun di dalam diri, ada perasaan yang berubah dan sulit diabaikan.
BACA JUGA: Diselingkuhi Berkali-kali, Kok Bisa Rumah Tangga Ini Tetap Utuh? Ini Rahasia Mereka
Pengkhianatan dalam pernikahan sering meninggalkan luka yang tidak langsung terlihat. Anda mungkin merasa marah, kecewa, dan sedih dalam waktu yang bersamaan. Ada hari ketika Anda merasa ingin bertahan, lalu di hari lain muncul keinginan untuk menjauh. Semua perasaan itu datang silih berganti tanpa bisa dikendalikan, dan sering kali membuat Anda merasa lelah secara emosional.
Yang paling berat mungkin bukan kejadian perselingkuhannya, melainkan dampaknya setelah itu. Kepercayaan yang runtuh membuat Anda mulai mempertanyakan banyak hal. Setiap sikap pasangan bisa terasa mencurigakan, setiap perubahan kecil bisa memicu kecemasan. Anda mungkin bertanya dalam hati, apakah pernikahan ini masih layak diperjuangkan, atau Anda hanya sedang menunda luka yang lebih besar.
Tidak jarang Anda memilih diam. Bukan karena tidak sakit, tetapi karena tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Lingkungan sekitar sering kali punya pendapat masing-masing. Ada yang menyuruh Anda bertahan demi anak, ada yang mendorong Anda untuk segera pergi. Padahal yang Anda butuhkan bukan keputusan instan, melainkan ruang untuk memahami perasaan sendiri tanpa tekanan.
Hidup setelah dikhianati juga bisa membuat Anda merasa sendirian, bahkan saat pasangan berada di samping Anda. Ada jarak emosional yang tidak mudah dijembatani. Anda mungkin masih berbagi tawa kecil, tetapi ada bagian hati yang tetap waspada. Dan perasaan seperti ini sering membuat Anda bertanya-tanya, apakah ini normal.
BACA JUGA: Bijakkah Jika Mengumbar Perselingkuhan Pasangan di Media Sosial?
Kadang, yang paling dibutuhkan bukan solusi, melainkan kesempatan untuk jujur pada diri sendiri. Jika Anda berada di posisi ini, mungkin yang Anda cari bukan jawaban benar atau salah, melainkan sosok yang mau mendengarkan tanpa menghakimi. Sosok itu adalah Tuhan, Dia sanggup memulihkan hati Anda yang terluka.
Saat ini berdoalah kepada Tuhan, ingatlah bahwa Anda tidak sendirian. Jika Anda membutuhkan teman untuk berdoa tanpa menghakimi, kami dengan senang hati mengundang Anda untuk menghubungi Layanan Doa CBN di bawah ini. Gratis tanpa dipungut biaya, serta standby 24 jam.
Sumber : Jawaban.com