Saat Istri Mengalami KDRT Dalam Pernikahan Haruskah Tetap Bertahan?
Sumber: Canva.com

Marriage / 21 January 2026

Kalangan Sendiri

Saat Istri Mengalami KDRT Dalam Pernikahan Haruskah Tetap Bertahan?

Aprita L Ekanaru Official Writer
3206

Pernikahan sering dibayangkan sebagai tempat paling aman, penuh kasih, dan menjadi ruang pulang bagi dua hati yang saling menguatkan. Namun kenyataannya, tidak semua istri merasakan hal tersebut. Di balik pintu rumah yang tertutup, sebagian istri justru harus menghadapi kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Pertanyaan yang sering muncul di hati seorang istri adalah haruskah saya tetap bertahan?

Pertanyaan ini tidak sederhana, karena di dalamnya ada cinta, luka, iman, harapan, dan ketakutan yang bercampur menjadi satu.

Artikel ini tidak hadir untuk menghakimi pilihan siapa pun. Artikel ini hadir untuk menemani Anda yang mungkin sedang lelah, bingung, dan memendam terlalu banyak cerita sendirian.

 

BACA JUGA: 

Bukan Perselingkuhan, Ternyata Inilah Penyebab Perceraian Tertinggi di Indonesia

5 Cara Memperkuat Pernikahan Kristen agar Tidak Mudah Terjerat dalam Perceraian

 

Memahami KDRT Dalam Pernikahan

KDRT tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Banyak istri mengalami kekerasan secara emosional, verbal, psikologis, bahkan ekonomi. Kata-kata yang merendahkan, ancaman, sikap mengontrol, mengabaikan perasaan, hingga membuat pasangan merasa tidak berharga adalah bentuk kekerasan yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain.

Ironisnya, semua ini bisa terjadi dalam pernikahan yang tampak baik-baik saja dari luar. Banyak istri tersenyum di depan keluarga, tetangga, dan komunitas, tetapi menangis diam-diam saat sendirian.

Jika Anda mengalaminya, penting untuk mengetahui bahwa rasa sakit yang Anda rasakan itu nyata.

Saat KDRT terjadi, seorang istri sering terjebak dalam konflik batin yang mendalam. Di satu sisi, ada harapan bahwa pasangan bisa berubah. Di sisi lain, ada luka yang terus bertambah.

 

Banyak pertanyaan yang muncul

Apakah saya kurang sabar?

Apakah ini konsekuensi dari pernikahan yang harus saya jalani?

Apakah saya egois jika merasa lelah dan terluka?

Pergumulan ini sering kali dipendam karena rasa takut dianggap gagal, membuka aib, atau tidak kuat menjalani pernikahan. Padahal, memendam luka terlalu lama justru dapat menggerogoti kesehatan emosional dan spiritual.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami