Tanggal 8 Mei menjadi hari yang mengubah hidup Jonathan selamanya. Dalam perjalanan pagi yang biasa, sebuah kecelakaan tragis terjadi, ditabrak motor dari belakang hingga terlempar ke jalan dan masuk ke bawah kontainer yang sedang melintas. Saat sadar, ia sudah terbaring di meja operasi.
Kecelakaan itu meninggalkan luka yang sangat parah, empat rusuk patah dengan salah satunya menembus paru-paru, kepala terluka, dan tangan kanan hancur. Dokter bahkan menyatakan ia seharusnya sudah meninggal di tempat kejadian. Momen-momen kelam pun menyusul. Jonathan harus menghadapi opsi amputasi, rasa sakit fisik yang hebat, dan pergumulan batin yang dalam. Pikiran-pikiran kegelapan, perasaan sendiri, dan pertanyaan “Mengapa ini terjadi, Tuhan?” menghantuinya.
Namun, di balik tragedi yang nyaris merenggut nyawanya, terselip sebuah mukjizat. Ia melewati golden hour untuk operasi, memberinya kesempatan kedua yang tidak terduga. Proses penyembuhan yang panjang, hampir dua bulan terbaring di rumah sakit menjadi perjalanan di mana ia mulai melihat tangan Tuhan yang tidak pernah meninggalkannya.
Dari seorang yang sempat mempertanyakan Tuhan, marah, dan ingin menyerah, Jonathan akhirnya menemukan damai sejahtera dan tujuan baru. Ia belajar untuk sepenuhnya bergantung pada Tuhan, menemukan bahwa di dalam kelemahan, justru kuasa Tuhan menjadi sempurna. Kini, dengan satu tangan, hidupnya justru menjadi kesaksian hidup tentang pemeliharaan, kekuatan, dan rencana indah Tuhan di balik setiap penderitaan.
Bagaimana detail pergumulan spiritual Jonathan melawan pikiran untuk mengakhiri hidup? Kapan titik baliknya sehingga ia bisa menerima kondisinya dengan damai? Dan bagaimana ia kini memandang hidup dan pelayanan dengan cara yang sama sekali baru?
Temukan jawaban lengkap dan kisah penyertaannya yang penuh kuasa dalam video selengkapnya di bawah ini. Biarlah kesaksian Jonathan menguatkan iman dan mengingatkan kita bahwa di balik setiap badai, Tuhan tetap memegang kendali.
Tonton video wawancara lengkapnya di sini!
Sumber : Solusi TV