Takut Gagal Bikin Amel Hampir Nyerah Raih Mimpi, Ia Temukan Keberanian Lewat Kejadian Ini
Sumber: dok. Istimewa

Family / 6 January 2026

Kalangan Sendiri

Takut Gagal Bikin Amel Hampir Nyerah Raih Mimpi, Ia Temukan Keberanian Lewat Kejadian Ini

Claudia Jessica Official Writer
1710

Sejak kecil, Amel Komba dikenal sebagai remaja yang aktif di Sekolah Minggu Gereja Toraja Jemaat Pantan. Ia senang membantu teman-temannya, terutama saat belajar atau mengerjakan tugas bersama. Di balik kesehariannya yang terlihat biasa, Amel menyimpan satu mimpi besar. Ia ingin suatu hari bisa menjadi pemeran film.

Suatu waktu, ia mendengar kabar tentang audisi film pendek di kotanya. Hatinya langsung berbunga-bunga. Tapi, perasaan senang itu tidak bertahan lama. Ketika mengetahui jumlah pendaftar yang sangat banyak, Amel mulai takut. Amel khawatir tidak lolos, takut gagal, dan takut malu jika harus pulang tanpa hasil.

Berbagai pikiran negatif terus muncul. Ia membayangkan kemungkinan kalah oleh mereka yang punya jalur khusus atau kenalan tertentu. Rasa takut yang sama juga sering muncul ketika ia memikirkan nilai sekolahnya. Semua kekhawatiran itu hampir membuat Amel menyerah bahkan sebelum mencoba.

Meski sedang menghadapi pergumulan, Amel tetap datang ke Sekolah Minggu. Hari itu, ia menonton Superbook dengan kisah Bertarung di Tengah Badai.

Dari kisah itu, Amel belajar bahwa Tuhan selalu menyertai anak-anak-Nya, bahkan saat mereka merasa takut dan ragu. Ia juga menyadari bahwa mimpi tidak cukup hanya dipikirkan, tetapi perlu diusahakan dengan sungguh-sungguh.

Amel mengambil keputusan untuk tetap mengikuti casting. Meskipun rasa takut belum sepenuhnya hilang, ia memilih untuk berserah kepada Tuhan. Setiap hari Amel berdoa, meminta kekuatan untuk berani melangkah dan percaya bahwa Tuhan akan menyertainya dalam setiap proses.

Proses casting ternyata tidak mudah. Ada hari-hari ketika Amel merasa lelah dan hampir menyerah. Tapi setiap kali ingin berhenti, ia kembali mengingat doanya dan memilih untuk bertahan. Hingga akhirnya, hari pengumuman pun tiba.

Dengan perasaan deg-degan, Amel melihat daftar nama peserta yang terpilih. Ia terdiam sejenak saat menemukan namanya tercantum sebagai salah satu pemeran utama. Rasa syukur memenuhi hatinya. Amel tahu, keberanian untuk mencoba dan berserah kepada Tuhan telah membawanya sampai di titik ini.

Dari pengalaman itu, Amel belajar bahwa rasa takut adalah hal yang wajar. Namun rasa takut tidak seharusnya menghentikan langkah. Ia juga belajar bahwa Tuhan setia menolong anak-anak yang mau berdoa, berusaha, dan percaya kepada-Nya.

Kini, Amel melangkah dengan keyakinan baru. Ia percaya bahwa selama ia berjalan bersama Tuhan, ia tidak perlu takut untuk mencoba hal-hal baru dalam hidupnya.

Masih banyak anak seperti Amel yang membutuhkan penguatan iman dan keberanian melalui firman Tuhan. Dukungan Anda lewat donasi untuk pelayanan Superbook membantu menghadirkan kisah Alkitab yang relevan dan mengubahkan hidup anak-anak di berbagai daerah. Mari bersama menjadi bagian dari alat Tuhan untuk menanamkan iman sejak dini.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami