Banyak single yang punya pertanyaan, “Bagaimana sih caranya kita tahu bahwa dia benar-benar jodoh dari Tuhan?”
Dalam salah satu pengajarannya, Ps. Henny Kristianus mengingatkan bahwa jodoh memang adalah inisiatif yang Tuhan rancangkan. Tapi, tujuan utama hidup orang percaya, bukan sekedar menikah.
Menurut Ps. Henny, “Tidak semua orang harus menikah. Jadi yang terpenting bukan apakah kita bertemu jodoh atau tidak, tetapi apa kehendak Tuhan bagi hidup kita.”
Kendati demikian, Ps. Henny mengungkapkan pendapatnya bahwa ada 4 tanda yang ia yakini sebagai jodoh dari dari Tuhan.
1. Dicintai dengan Sepenuh Hati
Ps. Henny menegaskan bahwa jodoh dari Tuhan bukan hubungan sepihak. “Jodoh dari Tuhan itu adalah yang kita cintai dengan sepenuh hati,” ujarnya. Ia mencontohkan kisah Ishak dan Ribka, serta Yakub dan Rahel. Cinta mereka teruji oleh waktu, pengorbanan, dan kesetiaan.
Menurutnya, kesungguhan cinta tidak diuji saat semuanya mudah, melainkan ketika harus menunggu dan menghadapi tantangan. Hubungan yang hanya bertepuk sebelah tangan, meskipun dibungkus dengan bahasa rohani, perlu diwaspadai.
2. Sepadan dan Nyambung dalam Hidup
Dalam Kejadian 2:18, Tuhan menciptakan penolong yang sepadan. Ps. Henny menjelaskan, “Sepadan artinya bisa berbagi hidup, sepemikiran, dan mampu membangun kehidupan bersama.”
Ps. Henny juga mengingatkan bahwa di dalam pernikahan, pasangan suami-istri akan membangun rumah tangga bersama-sama seumur hidup.
Maka dari itu, pernikahan bukan sekadar romantisme, tetapi perjalanan panjang berbagi hidup sehari-hari.
Karena itu, penting bagi pasangan untuk bisa berkomunikasi, berpikir, dan berjalan bersama dengan sepadan tanpa merasa hidup di “dua dunia yang berbeda”.
3. Seiman, Bukan Sekadar Seagama
“Firman Tuhan jelas berkata: jangan menjadi pasangan yang tidak seimbang,” kata Ps. Henny mengutip 2 Korintus 6:14. Jodoh dari Tuhan adalah yang seiman, bukan hanya seagama.
Ps. Henny menekankan pentingnya menjadikan iman yang hidup sebagai pondasi utama dalam memilih pasangan.
“Pastikan untuk melihatnya dari sudut pandang apakah ia orang percaya, apakah ia hidup dalam kebenaran, apakah ia hidup dalam terang? Bukan apa agamanya.”
Karena harusnya yang menjadi persamaan adalah sama-sama orang percaya yang menghidupi kebenaran di dalam terang.
4. Sevisi dan Senilai
Ps. Henny mengingatkan Amos 3:3, “Berjalankah dua orang bersama jika mereka belum berjanji?”
Menurutnya, jodoh dari Tuhan pasti sevisi dan sepakat dalam tujuan hidup karena tidak mudah untuk hidup dengan orang yang hidup di dunia yang berbeda, dan tidak memiliki visi yang sama.
Tuhan mempertemukan dua orang untuk sebuah tujuan. “Tidak mungkin tujuan Tuhan itu untuk memisahkan apa yang dia persatukan,” tegas Ps. Henny.
Pernikahan bukan lagi dua orang, tetapi satu. Untuk itu, kita perlu membangun visi Tuhan bersama-sama dengan pasangan.
5. Tidak Sempurna, tetapi Saling Melengkapi
Menariknya, Ps. Henny justru berkata, “Jodoh dari Tuhan itu biasanya bukan yang sempurna.” Pasangan seringkali hadir untuk mengasah, mempertajam, dan melengkapi satu sama lain.
Kebahagiaan sejati lahir bukan ketika orang lain selalu membahagiakan kita, melainkan saat kita belajar menerima, mengerti, dan bertumbuh bersama dalam kasih.
“Jodoh dari Tuhan bukan orang yang membahagiakan kita dengan selalu mengalah demi membuat kita senang. Jodoh dari Tuhan itu seringkali yang menjadi sebuah tantangan supaya kita belajar lebih rendah hati, mengalah, mengerti,” ucapnya.
“Jodoh dari Tuhan bukan yang langsung klop, tapi akan menghadapi proses yang pasti membuat keduanya lebih baik,” lanjutnya.
Jadi, jodoh dari Tuhan bukan soal mencari sosok yang sempurna menurut preferensi kita, melainkan kesiapan hati untuk berjalan dalam kehendak-Nya. Mintalah hikmat kepada Tuhan untuk memahami tanda-tanda jodoh dari Tuhan bagi Anda.
“Berdoalah sungguh-sungguh, supaya kita benar-benar menemukan jodoh terbaik dari Tuhan,” tutup Ps. Henny Kristianus.
Jika Anda sedang bergumul dalam penantian dan membutuhkan dukungan doa, Anda tidak harus menjalaninya sendirian. Tim Layanan Doa CBN siap mendampingi dan mendoakan Anda. Jangan ragu untuk menghubungi layanan doa CBN dan percayakan setiap pergumulan Anda ke dalam tangan Tuhan.
Sumber : Ps. Henny Kristianus